Mensos Minta Pemda Gunakan DTSEN
- 31 Mar 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Masyarakat dapat mengusulkan data melalui aplikasi Cek Bansos
- Pemutakhiran data juga melalui call center dan WhatsApp Kemensos
- Pemutakhiran data juga melalui call center dan WhatsApp Kemensos
- Mensos meminta pemda menggunakan DTSEN sebagai acuan kebijakan sosial
- DTSEN menjadi acuan program perlindungan sosial nasional
- DTSEN bersifat dinamis dan harus terus diperbarui
- Data sosial harus menggunakan satu data yang sama
- Pemutakhiran data dilakukan melalui RT dan RW
RRI.CO.ID, Gresik - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta pemerintah daerah menjadikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pedoman. Menurutnya, DTSEN bisa menjadi acuan program perlindungan sosial nasional.
Mensos mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penggunaan satu data sosial nasional yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS). “Maka dengan adanya instruksi Presiden ini, diharapkan datanya tunggal,” ucapnya dalam acara 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden' di Aula Mandala Bhakti Praja Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Senin 30 Maret 2026.
Ia mengatakan, DTSEN harus menjadi acuan pemerintah pusat dan daerah. Mensos mengatakan, program bantuan sosial harus menggunakan satu data yang sama.
Saifullah Yusuf mengatakan, DTSEN bersifat dinamis dan harus terus diperbarui. Data penduduk berubah setiap hari karena berbagai peristiwa sosial.
"Jangan ada yang menganggap data ini statis," ucapnya. Ia-pun mengajak pemerintah daerah terus memutakhirkan DTSEN yang dilakukan melalui jalur formal dari RT dan RW.
Mensos menilai RT dan RW paling mengetahui kondisi warga sekitarnya. “Jalur formal itu dimulai dari RT dan RW,” katanya.
| Baca juga: Mensos Minta Kades Aktifkan Puskesos |
Ia mengatakan, masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui aplikasi Cek Bansos. Pemutakhiran data juga bisa melalui call center dan WhatsApp Kemensos.
"Aplikasi Cek Bansos ini untuk masyarakat luas," ucapnya. Selain itu, Saifullah Yusuf mengatakan DTESN juga berkaitan dengan program unggulan pemerintah Sekolah Rakyat.
Program yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin ekstrem desil satu dan dua itu didapatkan dari DTSEN. "Yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang ada di desil satu dan dua DTSEN," katanya.
Ia mengatakan program Sekolah Rakyat untuk masyarakat yang belum terjangkau pembangunan. Program tersebut diharapkan meningkatkan akses pendidikan masyarakat miskin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....