Presiden Kunjungan ke Jepang, Menkomdigi: Perkuat Kemitraan Teknologi dan Digital
- 30 Mar 2026 17:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang
- Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang akan membahas penguatan kemitraan strategis
- Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan, salah satu penguatan kemitraan strategis Presiden Prabowo ke Jepang yakni terkait bidang Teknologi dan Digital
RRI.CO.ID, Jakarta - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, dalam rangka untuk memperkuat kerja sama dalam beberapa sektor strategis. Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, saat mendampingi Presiden melakukan lawatannya ke Jepang.
Kunjungan Kepala Negara ke Jepang, menjadi tonggak penting dalam kemitraan strategis yang telah terjalin selama 68 tahun. Dari sejumlah sektor strategis ini diungkapkan Menkomdigi, salah satunya yakni terkait bidang teknologi dan teknologi.
"Kunjungan Presiden ini akan fokus membahas hal-hal strategis antara kedua negara. Termasuk, kerja sama di bidang teknologi dan digital," kata Meutya dalam keterangan resminya, yang diterima RRI.co.id, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Selama di Tokyo, Menkomdigi menuturkan bahwa Presiden Prabowo diagendakan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Pertemuan tersebut digelar, usai Presiden melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito.
Dalam rangkaian kegiatan di Jepang, Kepala Negara juga dijadwalkan menerima beberapa pengusaha raksasa Negeri Sakura. Dalam hal kegiatan tersebut, nantinya Presiden akan menyaksikan beberapa perjanjian investasi dari sejumlah perusahaan besar Jepang di Indonesia.
"Kita berharap kunjungan Presiden dapat meningkatkan investasi Jepang di Indonesia," ujar Menkomdigi Meutya.
Diketahui dalam lawatan kenegaraan Presiden ke Jepang, turut didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah-Putih. Seperti diantaranya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menkomdigi Meutya Hafid.
Selanjutnya, Kepala BPI Danantara yang juga sebagai Menteri Investasi, Rosan Roeslani; Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono. Selain itu, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni; Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana; dan sejumlah Menteri/Pimpinan Lembaga Negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....