Mentan Dorong Percepatan Hilirisasi Biofuel Pertanian
- 30 Mar 2026 13:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program ini untuk mendukung kemandirian energi dan pangan nasional
- Hilirisasi difokuskan pada energi berbasis komoditas dalam neger
- Stok pangan nasional tertinggi sepanjang sejarah, sekitar 4,3 juta ton
- Kapasitas gudang Bulog 3 juta ton, sehingga masih perlu sewa gudang tambahan
- Biofuel sawit B50 akan mengurangi impor solar sekitar 5,3 juta ton per tahun
- Pemerintah juga menyiapkan program E20 (etanol campuran bensin) dari jagung, tebu, dan ubi
- BUMN akan menjadi penggerak transformasi sektor pangan dan hilirisasi pertanian
- Beras konsumsi dan jagung pakan sudah swasembada, produksi ayam dan telur sudah surplus
- Kontribusi sektor pertanian terhadap PDB sekitar 5,7 persen
- Andi Amran Sulaiman mempercepat hilirisasi pertanian melalui pengembangan biofuel
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mempercepat hilirisasi pertanian melalui pengembangan biofuel. Program ini untuk mendukung kemandirian energi dan pangan nasional.
Amran mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden dalam rapat sebelumnya. Hilirisasi pertanian difokuskan pada energi berbasis komoditas dalam negeri.
"Yang pertama untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin 30 Maret 2026. Menurut Amran, langkah ini penting di tengah kondisi geopolitik global yang memanas.
Indonesia diharapkan harus memperkuat kemandirian energi dan pangan nasional. Ia mengatakan stok pangan nasional saat ini tertinggi sepanjang sejarah.
Stok pangan nasional mencapai 4,3 juta ton dan diperkirakan menjadi lima juta ton bulan depan. "Kapasitas gudang kita hanya tiga juta ton, sehingga kita sewa gudang tambahan dua juta ton," katanya.
Amran menyebut harga beras tidak lagi menjadi penyumbang inflasi pada Ramadan tahun ini. Selama puluhan tahun sebelumnya, beras menjadi penyumbang inflasi terbesar nasional.
"Alhamdulillah bulan suci Ramadan bukan harga beras menjadi penyumbang inflasi," ucapnya. Selain pangan, Amran mengatakan program biofuel sawit B50 menggantikan impor solar, program ini membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar sekitar 5,3 juta ton tahun ini.
Ia menambahkan pemerintah juga menyiapkan program E20 atau etanol campuran bensin 20 persen. Etanol akan diproduksi dari jagung, tebu, dan ubi.
"Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi dan mandiri pangan," katanya. Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata mengatakan BUMN akan menjadi penggerak transformasi sektor pangan nasional.
BUMN nantinya akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam hilirisasi pertanian. "BUMN akan menjadi roda penggerak utama pertumbuhan dan transformasi sektor pangan," katanya,
Sementara itu Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut beberapa komoditas sudah mencapai swasembada nasional. Beras konsumsi dan jagung pakan disebut sudah swasembada nasional.
"Beras sudah swasembada. Jagung untuk pakan sudah swasembada," ucapnya.
Ia menambahkan produksi ayam dan telur juga sudah surplus secara nasional. Kementerian Pertanian kini fokus mengurangi impor energi melalui biofuel pertanian.
Amran juga meminta media menyampaikan capaian sektor pertanian kepada masyarakat. Ia menyebut kontribusi sektor pertanian terhadap PDB mencapai 5,7 persen.
Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia mandiri pangan dan mandiri energi dalam beberapa tahun ke depan. Hilirisasi pertanian menjadi strategi utama mencapai target tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....