Mengenang Juwono Sudarsono, Menhan Sipil Pertama setelah 40 Tahun

  • 29 Mar 2026 09:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, wafat pada Sabtu, 28 Maret 2026.
  • Kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam perjalanan sektor pertahanan Indonesia modern
  • Lebih banyak berkiprah di dunia akademisi sebelum masuk ke pemerintahan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan), Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB. Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) itu wafat dalam usia 84 tahun.

Juwono merupakan Menhan sipil pertama sejak 40 tahun ketika diangkat oleh Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, pada 1999. Jabatan tersebut dipegangnya kembali pada 2004-2009 setelah ditunjuk oleh Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepergian Juwono meninggalkan jejak penting dalam perjalanan reformasi sektor pertahanan Indonesia modern. Dia merupakan salah satu tokoh penting dalam mendorong pembaruan sistem pertahanan nasional pada era reformasi.

Salah satunya dengan mendorong supremasi sipil atas militer, dan meningkatkan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI). Gagasannya turut membentuk hubungan yang lebih seimbang antara aparat militer dan masyarakat sipil pascareformasi.

Juwono Sudarsono lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942. Beliau merupakan putra dari Sudarsono Mangoenadikoesoemo, Menteri Sosial RI pada Kabinet Sjahrir I (1945-1946).

Sebelum berkiprah di pemerintahan, Juwono lebih terkenal sebagai akademisi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI. Setelah meraih gelar sarjana di almamaternya itu, dia melanjutkan studi ke University of California, Berkeley, Amerika Serikat (AS).

Sedangkan gelar Doktor di bidang ilmu politik dan hubungan internasional diraihnya di London School of Economics, Inggris. Sejalan dengan pengukuhannya sebagai Guru Besar, Juwono juga menjabat sebagai Dekan FISIP UI pada 1988-1994.

Latar belakang akademisnya ini membentuk pemikiran strategis dalam melihat isu pertahanan dan keamanan global. Hal ini kemudian menjadi dasar kontribusinya dalam merumuskan kebijakan pertahanan Indonesia.

Kariernya sebagai pejabat negara dimulai ketika Presiden Ke-2 RI, Soeharto, menunjuknya sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup (1998). Tak lama berselang, Presiden Ke-3 RI, B.J. Habibie, menunjuknya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang dijabatnya pada 1998-1999.

Pada masa pemerintahan Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, ayah dua anak itu ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Britania Raya (2003-2004). Hanya setahun berselang, Juwono menjadi Menhan yang menjabat pada dua masa kepresidenan.

Setelah tidak bertugas di pemerintahan, Juwono kembali ke dunia yang membesarkan namanya yaitu akademisi. Pemikirannya banyak dijadikan rujukan dalam pengembangan kebijakan strategi nasional.

Kabar duka wafatnya Juwono Sudarsono sebelumnya dikonfirmasi Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait. “Betul, Bapak Juwono Sudarsono telah meninggal dunia,” ujarnya.

Sejak 1990an, nama almarhum sudah diabadikan pada Auditorium Juwono Sudarsono di FISIP UI. “Nama beliau akan terus dikenang dengan wajah santun dan senyuman hangatnya,” kata dosen FISIP UI, Ida Ruwaida.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....