Pemerintah Pastikan Stok Solar Aman di tengah Ketegangan Global
- 26 Mar 2026 18:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nasional dalam kondisi aman karena Indonesia telah menghentikan impor solar sejak awal 2026.
- Pemerintah saat ini masih terus memantau perkembangan krisis energi global akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.
- Indonesia masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan bensin.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nasional dalam kondisi aman karena Indonesia telah menghentikan impor solar sejak awal 2026. Hal ini disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat inspeksi mendadak di Jawa Tengah, Kamis 26 Maret 2026.
“Kami harus meyakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi melakukan impor. Jadi clear (aman),” kata Bahlil.
Penghentian impor solar didorong oleh beroperasinya proyek besar Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero). Proyek ini meningkatkan kapasitas kilang hingga 360 ribu barel per hari.
Diketahui, kilang ini sebelumnya diresmikan Presiden Prabowo Subianto dan menjadikannya kilang terbesar di Indonesia. Seiring peningkatan kapasitas tersebut, pemerintah tidak lagi menerbitkan izin impor solar.
Bahkan, SPBU swasta yang sebelumnya mengandalkan impor kini diwajibkan membeli pasokan dari Pertamina. Meski impor solar dihentikan, Indonesia masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan bensin.
Saat ini, pemerintah tengah mencari alternatif negara pemasok minyak mentah, di antaranya Angola, Brazil, Amerika Serikat, hingga Rusia. Sementara itu, impor LPG masih mencapai sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional.
Meski demikian, Bahlil menegaskan kondisi energi Indonesia tetap aman dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying. “Nggak usah ada rasa panic buying, pakailah dengan secukupnya,” ucap Bahlil.
Pemerintah kini masih memantau perkembangan krisis energi global akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Serangan gabungan pada 28 Februari dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara kawasan Timur Tengah serta mengambil kendali Selat Hormuz. Ini merupakan jalur vital distribusi minyak dunia yang menjadi penghubung utama pasokan energi ke negara-negara Asia.
Di tengah situasi global tersebut, pemerintah menegaskan pasokan energi nasional tetap terkendali. Sehingga, masyarakat diminta tetap tenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....