Satgas Pangan Intensif Pantau Harga dan Stok Pasca Lebaran

  • 26 Mar 2026 01:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas memastikan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan terus melakukan pemantauan pasar usai Lebaran 1447 Hijriah untuk menjaga stabilitas stok dan harga pangan strategis.
  • Bapanas menyatakan stok pangan di pasar secara prinsip masih cukup baik
  • Kondisi pangan dinilai masih terjaga dengan stok yang cukup, meskipun aktivitas pasar belum sepenuhnya normal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bapanas memastikan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan terus melakukan pemantauan pasar usai Lebaran 1447 Hijriah. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas stok dan harga pangan strategis.

Demikian disampaikan Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas sekaligus Ketua Pelaksana Satgas, I Gusti Ketut Astawa, di Jakarta, Rabu 25 Maret 2026. Ia mengatakan pengawasan harga masih dilakukan secara intensif agar tetap berada pada level wajar dengan pasokan yang aman.

“Pemantauan harga pangan masih intensif dilakukan pasca Lebaran agar harga tetap wajar dan pasokan aman,” ujar Ketut. Ia menjelaskan pengawasan dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi pada H+3 Lebaran.

Secara umum, kondisi pangan dinilai masih terjaga dengan stok yang cukup, meskipun aktivitas pasar belum sepenuhnya normal. Menurut Ketut, sebagian pedagang belum kembali berjualan sehingga ketersediaan sejumlah komoditas seperti daging sapi, sayur mayur, dan beras belum merata.

Kondisi ini turut memengaruhi harga, terutama untuk komoditas segar yang bergantung pada pasokan harian. Di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, harga cabai masih tercatat di atas harga acuan pemerintah.

Hal ini dipengaruhi faktor musiman di tingkat produksi, khususnya karena adanya periode libur petik saat Lebaran yang menyebabkan pasokan dari petani sempat terhenti. “Biasanya saat menjelang Lebaran ada libur petik, sehingga pasokan sedikit berkurang dan harga naik,” katanya.

Meski demikian, Ketut menyebut stok pangan di pasar secara prinsip masih cukup baik. Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi di daerah produsen mulai menunjukkan perbaikan.

Di Surakarta, harga cabai per 24 Maret mulai menurun, dengan cabai merah keriting di kisaran Rp35.000 per kilogram. Kemudian, cabai rawit merah Rp55.000–Rp60.000 per kilogram, dan cabai merah besar sekitar Rp40.000 per kilogram.

Penurunan ini menunjukkan pasokan dari sentra produksi di Jawa Tengah mulai kembali normal. Ketut berharap kondisi tersebut segera berdampak pada penurunan harga di wilayah konsumsi seperti Jakarta dalam waktu dekat.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa harga di pasar tradisional bersifat dinamis karena menggunakan sistem tawar-menawar. Sehingga konsumen disarankan aktif bernegosiasi untuk mendapatkan harga terbaik.

Sementara itu, di ritel modern, harga dan stok komoditas relatif stabil. Beras premium dijual Rp14.900 per kilogram, daging sapi Rp128.900 per kilogram, telur ayam ras Rp29.700 per kilogram, serta gula konsumsi Rp17.500 per kilogram.

Harga cabai di ritel modern berada di kisaran Rp37.500–Rp41.000 per kilogram. Di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, harga minyak goreng Minyakita telah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Sementara telur ayam ras dijual Rp30.000 per kilogram sesuai harga acuan penjualan. Di ritel modern, beras SPHP dijual Rp62.500 per 5 kilogram, daging ayam ras Rp34.900 per kilogram, gula konsumsi Rp17.500 per kilogram, dan bawang putih Rp36.500 per kilogram.

Satgas Pangan juga mengingatkan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan harga, tidak melakukan penimbunan. Serta menjaga kelancaran distribusi guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....