Dari MBG ke Perumahan, Strategi Presiden Genjot Ekonomi 8%

  • 23 Mar 2026 08:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo
  • Pertumbuhan Ekonomi
  • Dapur MBG

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen melalui penciptaan lapangan kerja dalam skala besar. Penciptaan lapangan kerja dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional tersebut.

Sejumlah program prioritas diluncurkan untuk mendorong target tersebut, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan perumahan rakyat. Selain itu ada Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta pembangunan satu juta rumah.

Program MBG disebut memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. Pada tahap puncak pelaksanaan, program ini ditargetkan memiliki sekitar 30 ribu dapur.

Masing-masing dapur mempekerjakan sekitar 50 orang. “Itu sudah 1,5 juta,” ujar Presiden, Sabtu 21 Maret 2026.

Selain tenaga kerja langsung, setiap dapur juga melibatkan rantai pasok bahan pangan yang diperkirakan mampu menyerap tambahan hingga 1,5 juta pekerja. Di sektor pedesaan, Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi lokal.

Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi, dengan estimasi penyerapan sekitar 18 tenaga kerja per koperasi. Secara keseluruhan, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja.

Sementara itu, Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 kampung nelayan pada 2026.

Prabowo menyebutkan bahwa uji coba program di Biak menunjukkan peningkatan pendapatan nelayan yang signifikan. “Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” kata dia.

Di sektor perumahan, program pembangunan satu juta rumah dinilai menjadi salah satu motor utama penciptaan lapangan kerja. Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima pekerja/

Sehingga total potensi penyerapan tenaga kerja mencapai hingga 5 juta orang. Belum termasuk dampak lanjutan pada industri pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas.

Pemerintah optimistis kombinasi berbagai program tersebut dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. “Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen,” ujar Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....