Lengang Saat Lebaran, Jakarta Jadi Destinasi Pilihan Wisatawan Luar Kota
- 22 Mar 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Suasana Jakarta saat libur Hari Raya Idulfitri cenderung lebih lengang karena banyak warga yang mudik ke kampung halaman.
- Kondisi ini justru dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai momen untuk berwisata ke ibu kota.
RRI.CO.ID, Jakarta – Suasana Jakarta saat libur Hari Raya Idulfitri cenderung lebih lengang karena banyak warga yang mudik ke kampung halaman. Kondisi ini justru dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai momen untuk berwisata ke ibu kota.
Seperti yang terlihat di Kota Tua Jakarta pada hari kedua Lebaran, Minggu, 22 Maret 2026. Kawasan wisata ini terpantau relatif sepi dibandingkan hari biasa.
Sejak pagi, jumlah pengunjung yang datang belum terlalu banyak. Beberapa warga terlihat berjalan santai, bersepeda, hingga duduk menikmati suasana kawasan.
Kondisi lengang ini turut dirasakan wisatawan asal Bojonegoro, Mega. Ia mengaku sengaja memilih Jakarta sebagai tujuan libur Lebaran karena suasananya lebih sepi dibandingkan hari biasa.
“Kalau ke Jakarta saat Lebaran itu lebih sepi karena banyak yang mudik. Cari hotel juga lebih mudah dan suasananya lebih nyaman untuk jalan-jalan,” ujarnya.
Mega mengatakan kunjungannya ke Kota Tua merupakan pengalaman pertama. Ia tertarik dengan bangunan bersejarah yang menjadi ikon ibu kota.
“Bangunan di sini menarik karena bernuansa heritage. Rasanya belum lengkap ke Jakarta kalau belum ke Kota Tua,” katanya.
Sementara itu, usaha sewa sepeda ontel di kawasan tersebut mulai beroperasi sejak pagi. Namun, aktivitas penyewaan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Salah satu pelaku usaha sewa sepeda ontel, Cefi, mengatakan jumlah penyewa saat Lebaran berpotensi meningkat. Meski demikian, kondisi pagi hari masih terpantau sepi.
“Kalau liburan seperti Lebaran biasanya bisa meningkat hingga dua kali lipat. Tapi pagi ini masih terlihat sepi, biasanya ramai setelah siang,” ujarnya.
Ia menyebut layanan sewa sepeda dibuka mulai pukul 08.00 WIB. Tarif yang ditawarkan sebesar Rp25 ribu untuk durasi 30 menit.
Menurutnya, tren kunjungan dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun. Kondisi tersebut dipengaruhi waktu kunjungan dan cuaca di lokasi wisata.
Di sisi lain, aktivitas pedagang kaki lima di kawasan tersebut juga masih terbatas. Hanya beberapa pedagang yang terlihat mulai membuka lapak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....