Dialog dengan Expert, Pengamat: Bukti Presiden Terbuka Terima Saran dan Kritik

  • 20 Mar 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • politik luar negeri
  • Presiden Prabowo
  • Peneliti Indikator Politik Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai Presiden Prabowo terbuka terhadap kritik demi menghasilkan kebijakan tepat sasaran. Sikap tersebut tercermin dari dialog dan diskusi Presiden bersama ahli ekonomi, pakar politik luar negeri, serta jurnalis yang menuai apresiasi.

"Ini untuk memastikan langkah kebijakan pemerintah on the right track," kata Bawono Kumoro, Jumat, 20 Maret 2026. Menurutnya, dialog tersebut juga dapat dilihat sebagai bentuk penghargaan Presiden terhadap berbagai kritik di ruang publik.

Bawono mengatakan dialog dan diskusi berlangsung dua arah tanpa batasan topik. Hal ini juga mencerminkan komitmen Presiden dalam membangun komunikasi secara inklusif dan transparan,

Sekaligus memastikan arah kebijakan ekonomi, politik, dan luar negeri senantiasa berpijak pada kepentingan nasional. "Dan menempatkan kepentingan rakyat secara luas dalam skala prioritas tertinggi," katanya.

Bawa kesejukan politik

Di momen jelang Idulfitri, Presiden juga menerima kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, pertemuan ini bisa membawa kesejukan kehidupan politik ke depan.

"Sangat mungkin dari pertemuan ini lahir kerja sama dan sinergi. Antara pemerintahan Prabowo dan PDIP sebagai partai politik terbesar di parlemen," katanya.

Menurut Bawono, kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan PDIP tidak harus dimaknai dengan bergabung di kabinet. "Memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah bisa menjadi bentuk kerja sama dan sinergi itu," ujarnya.

Keberadaan PDIP di luar pemerintahan juga merupakan hal positif yang harus dihargai dan diapresiasi. Dia menilai hal itu baik untuk pembelajaran kehidupan demokrasi di Indonesia.

"Sikap kenegarawanan Prabowo dan Megawati membuat kedua tokoh itu saling menghormati satu sama lain terhadap posisi politik masing-masing saat ini," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....