Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Presiden: Ini Terorisme, Harus Kita Usut!
- 20 Mar 2026 12:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyebut kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS adalah bentuk terorisme
- Presiden Prabowo Subianto meminta kasus penyiraman air kerah ke aktivis KontraS harus diusut tuntas
- Para pelaku yang terbukti bersalah, tidak akan mendapatkan Hak Impunitas
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto buka suara terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktikvis KontraS Andrie Yunus. Menurut Kepala Negara bahwa peristiwa yang dialami Andrie Yunus, adalah bentuk tindakan kejahatan terorisme.
Untuk itu Presiden menuturkan bahwa pemerintah, tidak akan membiarkan para pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Kepala Negara meminta agar kasus tersebut, dapat segera ditangani dengan baik.
"Ini (penyiraman air keras) adalah terorisme, ini tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut, harus kita usut!," kata Presiden Prabowo saat menggelar diskusi dengan sejumlah jurnalis, dikutip Jumat, 20 Maret 2026.
Bahkan dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyatakan bahwa proses penegakkan hukum tidak boleh dihentikan. Kegeraman Presiden atas insiden ini, juga terlihat dari keinginan besar Kepala Negara dalam pengungkapan para pelaku tindakan kriminal tersebut.
Presiden Prabowo bahkan menegaskan, pengungkapan kasus ini juga harus dilakukan secara mendalam, untuk mengetahui dalang dari penyiraman tersebut. Kepala Negara memastikan bahwa pemerintah, tidak mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara.
Kepala Negara menyebut, pemerintah tidak akan memberikan pengampunan hukum, bagi oknum yang terlibat dalam penyiraman air keras ke Andrie. Hal ini ditegaskan Presiden, sebagai bentuk tegas pemerintah dalam menegakkan hukum di Indonesia.
"Ya jelas dong (kalau itu dari aparat), tidak akan!, (aada impunitas), saya menjamin. Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini," ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....