Presiden Prabowo Minta Produksi Batubara Ditingkatkan karena Harga Minyak Naik
- 20 Mar 2026 04:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto meminta produksi batubara ditingkatkan imbas meroketnya harga minyak dunia
- 2. Harga minyak global naik imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel
- 3. Pemerintah akan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang sehingga produksi meningkat.
- 4. Presiden Prabowo minta konversi energi terbarukan dipercepat
- 5. Presiden Prabowo ingin konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Tenaga Surya (PLTS)
RRI.CO.ID, Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meminta agar produksi batubara ditingkatkan sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia. Pasokan minyak global terganggu imbas perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
"Bapak Presiden meminta agar volume produksi batubara bisa ditingkatkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga mengatakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, usai rapat dengan Presiden, Kamis, 19 Maret 2026.
Pemerintah akan segera merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang sehingga produksi meningkat. Presiden Prabowo berharap dengan meningkatnya produksi batubara maka akan menambah pendapatan negara.
"Adanya tambahan harga, maka terhadap batubara akan dihitung terkait dengan pajak ekspor, sehingga nanti batubara, besarnya dikaji oleh tim. Harapannya, pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya "win for profit", itu juga akan ada pendapatan pemerintah yang ikut meningkat," ujarnya.
Presiden Prabowo juga meminta agar konversi ke sumber energi terbarukan segera direalisasikan. Presiden Prabowo ingin konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Tenaga Surya (PLTS) termasuk konversi sepeda motor konvensional ke listrik.
Presiden mengarahkan agar segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga solar. "Danantara diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah PLTD tersebut," katanya.
Pemerintah optimistis mampu menjaga defisit dibawah tiga persen ditengah melonjaknya harga minyak dunia. Pemerintah berupaya melakukan penghematan dan mencari sumber energi yang lebih ramah lingkungan sehingga Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak jebol.
"Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah tiga persen. Oleh karena itu dilakukan efisiensi dari berbagai kementerian/ lembaga terkait (K/L), dan dengan efisiensi berbagai K/L itu, defisit tiga persen bisa dijaga," katanya menegaskan.
Harga minyak mentah dunia Selasa (17/3/2026) menguat kembali menembus US$ 100 per barel meski sempat terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya. Masih belum ada tanda-tanda perang Iran melawan AS/ Israel usai membuat harga minyak mentah belum juga stabil.
Harga minyak di pasar global tersebut sudah jauh melampaui asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang ditetapkan APBN 2026 sebesar US$ 70 per barel. Meskipun demikian Pemerintah masih menjamin ketersediaana pasokan BBM secara nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....