Purbaya dan Airlangga Kompak Sebut Pemerintah Tidak Menaikan Harga BBM
- 19 Mar 2026 22:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Harga minyak mentah dunia meroket imbas perang Iran dan Amerika Serikat-Israel
- 2. Harga minyak brent USD112,16 per barel.
- 3. Pemerintah tidak akan menaikan harga BBM
- 4. Pemerintah akan melakukan efisiensi dan penghematan BBM
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan tidak akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kendati harga minyak dunia meroket. Harga minyak mentah naik imbas perang Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya Israel.
Harga minyak dunia USD96,32 per barel dan harga minyak brent USD112,16 per barel. “Tidak ada (Rencana menaikan harga BBM),”kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan singkat kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.
Pemerintah akan menyiapkan kebijakan penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta. Menteri Airlangga meyakini penerapan WFH akan berdampak kepada berkurangnya konsumsi BBM sehari-hari.
“Penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan. Kajian bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, dimana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home,” ujarnya menerangkan.
Sementara itu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan hitungan pemerintah bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dipastikan aman. Oleh sebab itu, pemerintah tidak perlu menaikan harga BBM.
“Tidak (Tidak untuk menaikan BBM), jadi kita absorb (menyerap) tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan nanti kayak negara-negara yang pada panik sekarang orang-orang,” kata Menteri Purbaya.
Purbaya mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai upaya atas meroketnya harga minyak dunia. Upaya tersebut diantaranya melalui penghematan dan peningkatan belanja negara.
“Dengan harga sekarang pun kita asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Kita akan melakukan langkah-langkah entah penghematan, penambahan pendapatan supaya APBN kita aman,” ujar Purbaya.
Purbaya menjelaskan postur anggaran dirancang untuk setahun sehingga dampak kenaikan harga sudah dihitung. Purbaya menegaskan APBN memiliki peran APBN sebagai peredam gejolak (shock absorber) sehingga masyarakat dapat menjalankan bisnis dengan tenang.
“Jadi masyarakat mesti ngerti juga bahwa APBN adalah meng-absorb shock seperti ini sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya. Menjalankan kegiatannya tanpa tekanan beban yang berlebihan, itu yang kadang-kadang dilupakan orang,” katanya menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....