Program BPBL, KSP: Mewujudkan Masyarakat Merdeka dari Kegelapan
- 18 Mar 2026 23:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, pemerintah menggenjot program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPLB)
- Program BPLB ini menyasar kepada rumah tangga masyarakat miskin
- Sejumlah sarana dan fasilitas diberikan pemerintah dalam program BPLB
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, bahwa pemerintah tengah menggenjot pelaksanaan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Hal ini ditekankan Qodari, sebagai langah cepat pemerintah dalam memberikan layanan akses arus listrik ke rumah masyarakat.
Sebab diungkapkannya, di tengah optimalisasi sumber daya alam Indonesia, masih terdapat masyarakat yang belum dapat menikmati hasilnya. Untuk itu ditegaskan KSP Qodari, program tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam mewujudkan pemerataan layanan energi yang berkeadilan bagi masyarakat.
"Program BPBL sebagai bagian dari program afirmatif di sektor energi, untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka dari kegelapan. Ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses listrik, sehingga seluruh keluarga dapat menikmati layanan energi yang adil layak dan merata," kata Qodari saat konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Lebih lanjut dijelaskannya, dalam pelaksanaan program tersebut, sejumlah fasilitas dan kemudahan masyarakat untuk menikmati arus listrik. Hal tersebut diungkapkan Qodari, nantinya akan dilaksanakan langsung oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Sejumlah fasilitas itu dicontohkannya, yakni pemasangan instalansi kelistrikan rumah tangga tiga lampu, dan pemasangan satu stop kontak listrik. Dalam instalansi ini dikatakan KSP Qodari, akan pula diberikan sertifikasi secara resmi.
Setiap rumah yang mengikuti program BPLB ini, akan disambungkan arus kelistrikan berdaya kapasitas mencapai 900 Volt Amper (VA). Selain itu KSP Qodari mengungkapkan, setiap rumah tangga yang mengikuti program tersebut, diberikan modal awal pengisian token listrik.
"Serta token awal listrik Rp100.000, jadi langsung nyala (arus listriknya). Dengan listrik yang resmi, aman, dan legal, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti penerangan dan penggunaan peralatan rumah tangga," imbuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....