Program PLTS off-grid isolated, KSP: Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat Terpencil
- 18 Mar 2026 20:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, pemerintah terus menggencarkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid isolated. Program ini dijelaskannya, sebagai langkah strategis pemerintah dalam memberikan akses listrik yang merata untuk masyarakat di wilayah terpencil.
Hal tersebut, menjadi komitmen pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan PLTS off-grid isolated ini, masyarakat di daerah-daerah terpencil telah dialiri listrik.
"Pemerintah juga mengembangkan PLTS off-grid isolated, melalui program listrik desa. Program listrik desa yang sudah memberikan manfaat bagi masyarakat terpencil," kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Dicontohkannya, program tersebut telah memberikan manfaat besar dengan kehadiran listrik bagi kehidupan masyarakat di dua daerah terpencil. Aliran listrik itu berseumbsr dari PLTS dengan jaringan PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur.
Untuk daerah yang pertama diungkapkan Qodari, yakni berada di Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, Pulau Sakala, Kabupaten Sumenep. Di desa ini, aliran listrik pada program PLTS off-grid isolated menjangkau 500 rumah tangga masyarakat daerah terpencil.
Sementara itu untuk daerah terpencil kedua, yakni di Desa Karamayan, Kecamatan Masalembo, Pulau Karamayan, Kabupaten Sumeneb. KSP Qodari menuturkan pada daerah ini kapasitas PLTS mencapai 175 Kwp, dengan cakupan 400 rumah tangga.
"Saat ini dua desa tersebut sudah terang di alir listrik dari PLTS. Pembangkit yang ramah lingkungan, sumber energi tidak terbatas dari cahaya matahari dan hemat biaya," imbuh Qodari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....