Jelang Idulfitri, Pemerintah Kucurkan Ratusan Miliar untuk Korban Banjir Aceh
- 18 Mar 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah beri bantuan lauk pauk Rp15.000 per hari
- 2. Bantuan perabot rumah tangga Rp 3 juta per KK
- 3. Pemerintah siapkan program Cetak Sawah Baru
RRI.CO.ID, Jakarta - Jelang perayaan Idulfitri 1447 H, pemerintah menggelontorkan ratusan miliar rupiah untuk warga terdampak bencana banjir bandang di Aceh. Bantuan dalam bentuk uang lauk pauk hingga perabotan rumah.
Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Muhammad Tito Karnavian merinci bantuan. Bantuan diberikan dalam dua gelombang.
"Bantuan untuk uang lauk-pauk Rp15.000 per orang per hari, ini gelombang kedua, yang kemarin gelombang pertama kan lebih kurang hampir Rp600-an miliar. Yang ini kemarin kita serahkan lebih kurang Rp135 miliar untuk sejumlah kabupaten/kota," kata Menteri Tito kepada wartawan usai rapat di kantor Kementerian Pertahanan RI, Selasa, 17 Maret 2026.
"Tapi langsung by pos oleh Kementerian Sosial, tapi kami membuat simbolik di Aceh Timur. Lebih kurang Rp100 miliar untuk Aceh Timur saja," ujarnya.
Tito mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk tiga bulan ke depan, sambil menunggu rampungnya hunian tetap (Huntap). Pemerintah akan kembali memberi bantuan selama tiga bulan jika huntap belum rampung.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan perabotan rumah tangga Rp3 juta per kepala keluarga (KK) dan bantuan ekonomi Rp5 juta per KK. Selanjutnya bantuan renovasi rumah sebesar Rp15 juta untuk rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang.
"Itu sudah dua gelombang diserahkan, berapa ratus miliar sudah diserahkan. Mudah-mudahan bisa membantu mereka," ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan untuk memulihkan kembali petambak udang yang hancur dihantam banjir bandang pada November 2025. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan Perikanan yang menyanggupi untuk membantu petambak udang terutama di Aceh bagian utara dan bagian timur.
"Saya sudah koordinasi dengan Menteri KKP (Kelautan dan Perikanan) barusan tadi. 'Ya, kapan mau realisasi?," kata Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono.
"Kami sudah melakukan pemetaan dan akan dilaksanakan setelah lebaran. Mereka akan langsung genjot untuk membantu tambak-tambak yang terendam lumpur untuk bisa dihidupkan kembali."
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga tengah mendata sawah milik warga yang terdampak bencana. Pemerintah akan menggelontorkan anggaran untuk program Cetak Sawah Baru.
"Sekarang beliau (Mentan) melakukan pemetaan mana yang bisa ditanam langsung, ada juga yang tidak bisa ditanam langsung. Yang ditanam langsung itu namanya optimalisasi lahan," katanya menjelaskan.
"Tapi yang sudah isinya batu saja, kayu, ya itu mau tidak mau tidak bisa ditanam, itu harus dibersihkan. Namanya program Cetak Sawah Baru meskipun sawahnya sawah lama, tapi anggarannya anggaran Cetak Sawah Baru."
Adapun sebaran sawah yang terdampak adalah wilayah dataran rendah Aceh, Sumatra Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan. Selanjutnya Agam dan Padang Pariaman di Sumatra Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....