Pigai Minta Polisi Usut Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

  • 14 Mar 2026 06:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyampaikan keprihatinannya atas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Menteri HAM Natalius Pigai mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman sehingga korban dan keluarga mendapatkan keadilan.

"Saya meminta kepolisian harus putus tuntas supaya sampai mendapatkan rasa keadilan bagi mereka dan keluarga korban," kata Menteri Pigai kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. Pigai mengecam aksi kekerasan penyiraman air keras yang dialami Andrie.

Ia menegaskan tidak boleh ada aksi premanisme dan kekerasan di Indonesia karena Indonesia adalah negara yang damai. Ia meminta agar perbedaan pendapat diselesaikan dengan baik karena Indonesia adalah negara demokrasi.

Pigai mengatakan demokrasi Indonesia semakin berkembang sehingga tidak boleh ada kekerasan yang dialami rakyat sipil. "Saya sudah kecam, tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini," katanya.

"Negara ini adalah negara damai aman dan tidak boleh pernah melakukan kekerasan apalagi menyiram air panas kepada seluruh rakyat Indonesia. Kita mengalami surplus demokrasi tetapi tidak boleh ada kekerasan terjadi kepada siapapun termasuk aktivis dan civil society," ujarnya.

Pigai mengatakan Indonesia menjadi negara besar karena salah satunya adalah peran masyarakat sipil (civil society). Keberadaan mereka sebagai penyeimbang pemerintah dengan berbagai kritik dan masukan.

"Bangsa ini besar karena ada komunitas civil society. Mereka mengontrol sebagai check and balances terhadap semua kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Pigai mengatakan akan menjenguk Andrie di rumah sakit. Pemerintah akan mengawasi pengusutan tersebut hingga tuntas.

"Kalau untuk pendampingan pengawasan sudah pasti kita jalankan. Harus dong (jenguk) tapi saya cek dulu alamatnya ya, dipastikan dimana, ternyata sudah pulang ke rumah atau ke tempat lain," kata Pigai.

Seperti diketahui Andrie disiram oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026. Andrie disiram saat sedang mengendarai sepeda motor.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan pelaku menyiram cairan yang diduga air keras ke arah Andrie. Cairan mengenai sebagian tubuhnya dan korban berteriak kesakitan dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang atau Jembatan Talang dengan menggunakan satu sepeda motor. Setelah disiram, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” kata Dimas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....