Asep Wahyuwijaya: Kebebasan Beribadah Cermin Kedewasaan Bangsa

  • 12 Mar 2026 02:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bogor - Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Asep Wahyuwijaya, menekankan pentingnya menghormati kebebasan beribadah. Hal ini sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, sikap saling menghormati antarumat beragama merupakan cermin kedewasaan sebuah bangsa dalam merawat keberagaman yang dimiliki Indonesia. Hal tersebut disampaikan Asep di acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung MIS Darul Hikmah, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Rabu 11 Maret 2026.

Dalam sambutannya, legislator kelahiran Bogor yang akrab disapa Kang AW itu mengatakan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan realitas sosial sekaligus kekuatan bangsa.

Ia menjelaskan, para pendiri bangsa sejak awal menyadari bahwa kemajemukan adalah kondisi objektif Indonesia. Karena itu, Pancasila dirumuskan sebagai titik temu berbagai nilai yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan.

“Menghormati kebebasan beribadah bukan hanya soal toleransi. Tetapi juga bentuk penghargaan terhadap hak konstitusional setiap warga negara,” ujar Kang AW.

Ia juga menilai keberagaman Indonesia merupakan salah satu yang paling kompleks di dunia, dengan ratusan kelompok etnis serta berbagai tradisi keagamaan yang hidup berdampingan. Karena itu, menjaga sikap saling menghormati dalam menjalankan ibadah menjadi prasyarat penting bagi stabilitas sosial dan persatuan nasional.

Kang AW turut mengaitkan nilai tersebut dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menghormati pilihan keyakinan setiap manusia. “Dalam Al-Qur’an ditegaskan la ikraha fid din yang berarti tidak ada paksaan dalam beragama," ucapnnya.

"Ayat ini, mengajarkan bahwa keyakinan adalah urusan hati dan kesadaran manusia. Sehingga sikap saling menghormati menjadi bagian dari nilai moral yang harus dijaga bersama,” kata Kang AW.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti berbagai unsur masyarakat. Mulai dari guru, tokoh masyarakat, hingga generasi muda di wilayah Kecamatan Tenjolaya.

Dalam suasana dialogis, para peserta tidak hanya menyimak pemaparan materi. Tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai pentingnya menjaga toleransi dan menghormati praktik ibadah antarumat beragama.

Sosialisasi tersebut menjadi rangkaian kegiatan kedua yang dilaksanakan pada hari yang sama dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. Melalui kegiatan ini, i berharap nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta penghormatan terhadap kebebasan beribadah dapat terus tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia dapat menjadi kekuatan. Guna menjaga persatuan dan keutuhan negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....