KPAI Soroti Pembuangan Bayi di Bekasi, Singgung Tekanan Ekonomi

  • 11 Mar 2026 15:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua KPAI, Jasa Putra menyoroti kasus pembuangan bayi dalam tong sampah di Bekasi, Jawa Barat. Ia menilai kasus tersebut mencerminkan adanya berbagai persoalan sosial yang masih menjadi tantangan, mulai dari kehamilan di luar nikah hingga tekanan ekonomi.

Menurutnya, dari berbagai kasus serupa yang terjadi, penyebabnya tidak bisa disamaratakan. Ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi tindakan tersebut, termasuk kehamilan yang tidak direncanakan.

"Kalau kita lihat kasus-kasus ini, memang ada yang berkaitan dengan kehamilan di luar nikah. Ada juga problem ekonomi, dan tentu ini menjadi tantangan kita bersama," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan, dalam situasi tertentu terdapat kelompok yang berada dalam kondisi sangat rentan. Sehingga berpotensi mengambil langkah ekstrem ketika menghadapi masalah kehamilan yang tidak direncanakan.

Karena itu, kata dia, penting adanya perlindungan serta layanan pendampingan bagi perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan. Termasuk bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi sulit.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya tindakan yang membahayakan bayi maupun ibunya. "Kalau begitu apa saja bentuk perlindungan ataupun layanan yang disediakan, agar mereka tidak mengambil langkah ekstrim ini," ucapnya.

Sebelumnya, Polsek Bekasi Utara menangkap pelaku pembuangan bayi di Perum Tytyan Kencana, Bekasi. Pelaku merupakan ibu dari bayi tersebut berinisial N.

Kapolsek Bekasi Utara AKP Tono Listianto mengungkap bahwa penangkapan pelaku terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026. Pelaku berhasil diidentifikasi setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi penemuan bayi.

"Pada tanggal 8 Maret sekitar pukul 23.00 WIB, tim opsnal Polsek Bekasi Utara berhasil mengamankan terduga pelaku. Kemudian pelaku dibawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....