Menteri Ekraf Bahas Usulan Bogor Jadi Kota Gastronomi Dunia Melalui UCCN
- 11 Mar 2026 15:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, membahas wacana usulan Bogor sebagai Kota Gastronomi. Upaya ini menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Teuku Riefky juga menegaskan terkait urgensi penguatan kuliner Bogor agar merambah hingga ke tingkat internasional. “Upaya Kota Bogor menjadi Kota Gastronomi di bawah UCCN itu patut diperjuangkan,” ungkap Teuku Riefky, dalam audiensi dengan Forum Bogor Kota Gastronomi di Thamrin Nine, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menyebut, laporan yang disyaratkan oleh UNESCO harus disesuaikan dengan standar serta memenuhi kriteria penetapan yang berlaku. Jika pemerintah daerah sebelumnya telah mengajukan subsektor unggulan, maka dimungkinkan dilakukan re-assessment atau repositioning.
Misalnya, dengan menggeser fokus dari seni pertunjukan ke sektor kuliner. Hal ini dikarenakan Kota Bogor menyepakati seni pertunjukan sebagai subsektor unggulan pada 26 November 2025 lalu.
“Coba dimusyawarahkan lagi kepada Pemerintah Daerah Bogor, mau menggeser ke subsektor gastronomi atau tetap seni pertunjukan. Apapun hasilnya, Kementerian Ekraf siap mendukung proses pendampingan agar mendapat penguatan ekosistem dan kolaborasi yang tepat,” kata Menekraf.
Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Kemenekraf, Rian Syaf mengatakan, proses pengakuan internasional memerlukan tahapan sistematis. Mulai dari penguatan status sebagai kabupaten/kota kreatif hingga pemenuhan standar yang ditetapkan oleh UNESCO.
“Jadi, setiap kota atau kabupaten harus melalui proses yang lumayan panjang dari mulai koordinasi, pendampingan, sampai dengan seleksi. Teman-teman bisa berkoordinasi dengan Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekraf sehingga bisa diikhtiarkan menuju UCCN,” ujar Rian.
Sementara itu, Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidhar Wurjanto menyampaikan, Bogor memiliki ekosistem gastronomi yang sudah lengkap. Mulai dari sumber bahan baku, tradisi kuliner, hingga dukungan akademik dan komunitas kreatif.
“Kami perlu mendapat arahan dari Kementerian Ekraf untuk memperbaiki secara administrasi dan koordinasi teknis yang kita akan lakukan ke depannya. Harapan kami bimbingan seperti apa mengerjakan proses teknis sehingga bisa belajar dengan kota-kota lain menuju UCCN,” imbuh Haidhar Wurjanto.
Pihaknya meyakini pengembangan identitas gastronomi dapat menjadi strategi untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekraf di Kota Bogor. Hal ini sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Sunda ke panggung global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....