Kolaborasi Ekraf dan Kemenbud Demi Industri Kreatif Nasional
- 11 Mar 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan menandatangani nota kesepahaman pengembangan budaya dan ekonomi kreatif. Penandatanganan dilakukan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Kedua kementerian sepakat memperkuat kolaborasi pengembangan budaya dan industri kreatif nasional. Menteri Ekraf Teuku Riefky menyebut budaya sebagai sumber utama lahirnya produk ekonomi kreatif.
Sementara industri kreatif menjadi sektor hilir yang mengembangkan nilai ekonominya “Budaya adalah sumber inspirasi banyak produk kreatif, dari film hingga konten digital,” ujar Teuku Riefky.
Ia mengatakan, budaya merupakan fondasi penting bagi pengembangan ekonomi kreatif nasional. Produk kreatif diharapkan memiliki identitas Indonesia yang kuat.
Menurutnya, sinergi ini akan memperkuat ekosistem budaya dan industri kreatif. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memberi manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
Ia menilai pelestarian budaya dapat berjalan seiring penguatan ekonomi kreatif. “Kami berharap budaya tetap lestari sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” kata Teuku Riefky.
Ruang lingkup kerja sama mencakup sinkronisasi kebijakan dan program pengembangan ekonomi kreatif. Kolaborasi juga meliputi pemajuan kebudayaan dan diplomasi budaya.
Kerja sama mencakup perlindungan kekayaan intelektual serta kajian bersama. Kedua pihak juga sepakat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Pertukaran data dan informasi turut menjadi bagian penting kolaborasi. Kerja sama lain juga dapat dilakukan sesuai tugas dan fungsi masing-masing kementerian.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut MoU menjadi payung kerja kolaboratif pengelolaan kekayaan budaya Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat besar.
Menurut Fadli, Indonesia memiliki sekitar 1.340 etnis dan 708 bahasa daerah. Tercatat pula 2.727 warisan budaya tak benda dari puluhan ribu data kebudayaan.
Ia menyebut wayang, keris, dan angklung telah mendapat pengakuan internasional. “Di UNESCO baru tercatat sekitar 16 kebudayaan Indonesia sebagai warisan dunia,” ujar Fadli Zon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....