Pemerintah Siapkan Skenario Keberangkatan Haji imbas Perang
- 11 Mar 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario terkait keberangkatan calon jemaah haji ke Arab Saudi, yang dimulai 22 April 2026. Berbagai skenario tersebut menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di Timur Tengah imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
Perang Iran dengan Amerika-Israel berdampak kepada keamanan penerbangan. Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menyiapkan empat skenario mulai dari mencari rute alternatif untuk penerbangan menuju Arab Saudi hingga penundaan keberangkatan haji.
"Kami sudah siapkan ada empat skenario. Misalnya kalau kemudian itu memang jamin penerbangannya keamanan penerbangannya maka kita siapkan rute penerbangannya berubah," kata Danhil kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Adapun rute alternatif itu yakni melalui jalur selatan dan ada pula melewati Afrika. Opsi itu muncul atas usulan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan negara lain yang ruang udaranya di lewati. Adapun skenario lain adalah penundaan keberangkatan haji seperti ketika COVID-19 mewabah banyak negara.
"Kalau kemudian membahayakan jemaah misalnya membahaya keselamatan maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul apabila keselamatan warga negara kita terancam. Itu tentu kita akan bicara dengan DPR kita akan bicara," ujarnya.
Dahlil menyampaikan telah berkonsultasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo memberi pesan kuat agar keselamatan WNI menjadi prioritas pemerintah.
"Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jemaah haji, itu yang paling penting. Jadi petunjuk Presiden adalah semua kondisi atau semua skenario harus dipersiapkan orientasinya tadi saya sebutkan pastikan keselamatan jamaah yang utama," ujarnya menegaskan.
Dahnil mengatakan kementeriannya akan berkonsultasi dengan DPR atas berbagai dinamika di Timur Tengah dan dampaknya atas pelaksanaan ibadah haji. Ia berharap perang segera reda dan eskalasi keamanan kembali kondusif sehingga pelaksanaan haji kembali normal.
Jika situasi normal, maka kelompok terbang (Kloter) pertama, akan berangkat pada 22 April 2026. Dahlil menegaskan apapun situasinya, pemerintah akan menyiapkan skenario demi keselamatan jemaah dan petugas haji.
"Mudah-mudahan menurun dong, jangan didoakan meruncing, yang jelas skenario utama kita sekarang itu adalah keselamatan jamaah haji. Dan mudah-mudahan pelaksanaan haji bisa dilaksanakan, tapi skenario lain tetap dipersiapkan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....