Mengulas Peristiwa Supersemar dalam Sejarah Indonesia
- 11 Mar 2026 11:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 11 Maret diperingati sebagai Hari Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar. Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah politik Indonesia.
Melansir laman Kubutambahan dan Kemendikdasmen, Supersemar merupakan surat perintah yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. Surat tersebut memberi mandat kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil langkah memulihkan keamanan negara.
Saat itu situasi politik dan keamanan Indonesia berada dalam kondisi tidak stabil. Ketegangan meningkat setelah peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI.
Peristiwa keluarnya Supersemar bermula ketika Presiden Soekarno menggelar sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan. Kabinet tersebut dikenal dengan sebutan kabinet seratus menteri.
Dalam sidang tersebut muncul laporan adanya pergerakan pasukan tidak dikenal di sekitar lokasi. Informasi itu membuat situasi politik semakin tegang.
Presiden Soekarno kemudian bersama beberapa pejabat negara menuju Istana Bogor menggunakan helikopter. Sidang kabinet kemudian ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr. J. Leimena.
Situasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Mayor Jenderal Soeharto yang saat itu menjabat Panglima Angkatan Darat. Ia menggantikan Letnan Jenderal Ahmad Yani yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI.
Mayor Jenderal Soeharto kemudian mengutus tiga perwira tinggi Angkatan Darat menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor. Mereka adalah Brigadir Jenderal M. Jusuf, Brigadir Jenderal Amirmachmud, dan Brigadir Jenderal Basuki Rahmat.
Pertemuan tersebut membahas kondisi keamanan negara yang sedang tidak stabil. Dalam pembicaraan itu disampaikan bahwa Soeharto dapat mengendalikan situasi jika diberi kewenangan.
Presiden Soekarno kemudian menyetujui pemberian mandat tersebut melalui sebuah surat perintah. Surat itu kemudian dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar.
Surat tersebut memberi kewenangan kepada Soeharto mengambil langkah yang diperlukan untuk memulihkan keamanan. Sejak saat itu, Supersemar dianggap sebagai titik penting perubahan politik Indonesia.
Naskah asli Supersemar hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Beberapa versi surat disebut pernah beredar dalam berbagai catatan sejarah.
Sebagian kalangan menilai peristiwa Supersemar masih menyimpan sejumlah misteri sejarah. Hal ini karena naskah asli surat tersebut dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....