Gempa M4,7 Guncang Tojo Una-Una, Tidak Berpotensi Tsunami
- 11 Mar 2026 10:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Gempa tektonik mengguncang Pantai Selatan Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Rabu, 11 Maret 2026 pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa terjadi pukul 09.12 WIB di wilayah laut sekitar Pulau Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una. Hasil analisis BMKG menunjukkan parameter terbaru magnitudo gempa sebesar M4,7 dengan kedalaman relatif dangkal.
Episenter gempa berada pada koordinat 0,54 Lintang Selatan (LS) dan 121,879 Bujur Timur (BT). Lokasi pusat gempa berada di laut wilayah Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 7 kilometer di bawah permukaan laut. Berdasarkan analisis BMKG, gempa termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan karakteristik sumber gempa tersebut. “Hasil analisis menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser mendatar atau strike-slip,” ujarnya melansir keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Getaran gempa dirasakan masyarakat di wilayah Ampana dengan tingkat intensitas skala III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut getaran dirasakan nyata di dalam rumah seperti kendaraan berat melintas.
“Getaran dirasakan nyata di dalam rumah oleh masyarakat sekitar. Getaran terasa seperti truk besar yang sedang melintas,” ucapnya.
BMKG memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah pesisir sekitar. Hingga pukul 09.30 WIB BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
Rahmat mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia juga meminta warga memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali memasuki rumah setelah gempa.
“Pastikan informasi resmi hanya berasal dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi BMKG,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....