Serapan Gabah Bulog Jabar Capai 125 Ribu Ton di Awal Maret 2026

  • 10 Mar 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bandung - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat mencatat peningkatan signifikan dalam pengadaan gabah petani pada awal Maret 2026. Hingga 8 Maret 2026, realisasi serapan mencapai 125.910 ton setara beras.

Jumlah tersebut setara sekitar 18,13 persen dari target pengadaan Bulog Jawa Barat tahun ini. Target pengadaan yang ditetapkan untuk wilayah tersebut mencapai 694.432 ton setara beras.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo menegaskan penyerapan gabah tetap dipacu selama Ramadan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Bulan suci Ramadan tidak mengurangi intensitas kami dalam melaksanakan pengadaan gabah. Kami akan menyerap gabah sebanyak mungkin dan seoptimal mungkin,” kata Nurman dalam pernyataannya di Bandung, Senin, 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan Bulog membeli gabah kering panen dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut mengikuti ketentuan pemerintah guna menjaga kepastian harga bagi petani.

Langkah tersebut juga bertujuan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah agar pasokan beras tetap terjaga. Dengan demikian kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Pada 9 Maret 2025, lanjut dia, serapan Bulog Jawa Barat baru mencapai 32.086 ton setara beras. Nurman mengaku optimistis serapan Bulog juga dapat mencapai target pada 2026.

“Capaian saat ini merupakan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian. Kemudian mitra pengadaan, mitra penggilingan, hingga kelompok tani di Jawa Barat,” ujar Nurman.

Bulog Jawa Barat memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi aman. Hal ini disampaikan untuk merespons isu meningkatnya pembelian masyarakat yang memicu kekhawatiran di pasar.

Menurut Nurma , stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Jawa Barat mencapai 592.795 ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Tidak ada masalah dengan ketersediaan beras. Stok kami aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun terjadi peningkatan permintaan secara tiba-tiba,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....