BAPPISUS Pastikan Perekonomian Indonesia Kokoh Ditengah Ketegangan Tim-Teng

  • 10 Mar 2026 16:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan bahwa perekonomian Indonesia tetap aman dan tidak terdampak dari situasi geopolitik saat ini. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aris Marsudiyanto, menyikapi kondisi geopolitik saat ini.

Ia memastikan, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel, dengan Iran tidak memberikan dampak berarti bagi Indonesia. Sebab dijelaskannya, pemerintah melalui kementerian masing-masing bidang, telah melakukan berbagai langkah antisipasi strategis.

"Prinsipnya kan semuanya baik-baik saja kan, pangan udah tersedia semuanya, energi BBM kita sudah tidak usah khawatir, tercukupi. Kan ekonomi Indonesia kuat, udah disampaikan oleh menteri-menteri yang lain," kata Aris kepada wartawan saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Dicontohkannya, kepastian untuk sektor energi di tengah ketegangan di Timur Tengah (Tim-Teng) telah diantisipasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kepala BAPPISUS menyebut, bahwa pemerintah telah menjamin tidak adanya kenaikan BBM akibat dampak ketegangan di Tim-Teng.

"Kan kemarin sudah disampaikan sama Pak Bahlil, tidak ada kenaikan harga BBM. Ya moga-moga perangnya cepet selesai lah ya," ujarnya.

Selain itu, Aris juga menyoroti terkait kondisi nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) saat ini. Ia menjelaskan bahwa nilai Dolar saat ini menyentuh Rp17.000/1 USD, telah dilakukan kalkulasi akan dampaknya ke Indonesia.

Kepala BAPPISUS menuturkan bahwa dari hasil kalkulasi tersebut, menunjukan bahwa kenaikan nilai USD, tidak memberikan dampak ke Indonesia. Untuk itu ja juga meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan gejolak yang saat ini berlangsung di Timur Tengah (Tim-Teng).

"Semuanya sudah dihitung, pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat. Gak usah khawatir dengan adanya gejolak-gejolak di perang antara AS-Israel dan Iran, semuanya sudah dihitung," imbuhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....