Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

  • 10 Mar 2026 16:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyebut sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini terlihat dari berbagai indikator yang menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

“Sekarang ekonomi kreatif ini menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Ini sudah terlihat dari beberapa fakta yang ada,” ujar Riefky dalam dialog bersama Pro3 RRI, di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

Riefky menjelaskan, negara yang memiliki akar budaya kuat biasanya mampu mengembangkan industri kreatif secara pesat. Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Perancis, Inggris, India, Jepang, Korea, hingga China.

Menurutnya, negara-negara tersebut berhasil mendorong produk lokal hingga mendunia melalui berbagai subsektor kreatif. Mulai dari fashion, kuliner, kriya, musik, film, hingga aplikasi dan desain.

“Negara yang mempunyai akar budayanya kuat sangat berpotensi menjadi negara yang kuat secara ekonomi kreatif atau industri kreatifnya. Industri kreatif juga salah satunya ditopang dengan brand-brandnya dari produk-produk lokalnya dia juga mendunia,” katanya.

Ia menilai Indonesia juga memiliki potensi besar di sektor ini karena kekayaan budaya yang sangat beragam. Potensi tersebut dapat berkembang ketika budaya dipadukan dengan inovasi, teknologi, dan kreativitas.

“Di Indonesia sendiri kita tahu bahwa Indonesia itu mempunyai akar budaya yang sangat kuat dan sangat variatif.Ketika budaya itu sebagai hulunya, kemudian di hilirnya kita sentuh inovasi, teknologi, dan kreativitas, di situlah ekonomi kreatif itu muncul,” ucapnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan perkembangan positif sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Menurut Riefky, terdapat empat indikator utama yang digunakan untuk menilai kinerja sektor tersebut.

“Empat indikator yang kita lihat perkembangan industri kreatif Indonesia, ada empat hal. Pertama, investasi, kedua, ekspor, ketiga, tenaga kerja, dan keempat, kontribusinya terhadap PDB dari sektor Ekraf,” katanya.

Ia menyebut investasi asing cukup banyak masuk ke beberapa subsektor seperti aplikasi, fashion, kuliner, dan kriya. Selain itu, capaian ekspor sektor ekonomi kreatif juga dinilai melampaui target yang ditetapkan.

“Itu trendnya sangat positif tahun ke tahun, bahkan investasi dari luar ke sektor Ekraf di Indonesia cukup tinggi. Terutama di aplikasi fashion, kuliner, dan kriya, begitu juga ekspor yang tinggi di atas target yang diberikan” ujarnya.

Ia mengatakan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional juga menunjukkan hasil yang baik. Bahkan kontribusinya disebut berada sekitar 1,5 persen di atas rata-rata pertumbuhan PDB nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....