Pencapaian Apik 2025, Pertagas Fokus Pengembangan Infrastruktur Energi Nasional
- 10 Mar 2026 16:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Gas (Pertagas), membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan di seluruh lini bisnis utama. Peningkatan kinerja tercermin pada segmen transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta transportasi LPG.
Sepanjang 2025, lini bisnis transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD, meningkat 4 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu BOPD, atau tumbuh sekitar 8 persen.
Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6 persen. Sedangkan, produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.
Direktur Utama Pertagas, Indra Sembiring, mengatakan kinerja positif perusahaan juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor. “Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Maret 2026.
Saat ini, layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis di sektor kelistrikan, petrokimia, oleochemical, hingga kaca. Layanan Pertagas juga tersambung ke lebih dari 250 ribu rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, distribusi energi yang efisien dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung operasional industry. Ini sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Saat ini, Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930km serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605km. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional.
Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 secara konsolidasi Pertagas mencatatkan pendapatan sebesar USD 861,51 juta. Kontribusi utama datang dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi.
EBITDA Pertagas tercatat sebesar USD 427,46 juta atau mengalami kenaikan 15,90%. Kemudian laba bersih mencatat kenaikan 21,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada lini bisnis utama. Target tersebut di antaranya volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD.
Sebagai upaya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan maka tahun ini nilai capex direncanakan sekitar USD 75 juta. Ini ditujukan untuk pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di beberapa wilayah operasi.
Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. Diharapkan ini memperkuat sistem logistik energi, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi transportasi darat Jakarta dan Jawa Barat.
“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional. Serta, optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” ujar Indra.
Ia menutup dengan harapan bahwa melalui langkah ini dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. Sekaligus, mendukung ketahanan energi nasional.
Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG. Lalu, penguatan efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....