DPR RI Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Ali Khamenei
- 10 Mar 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menanggapi meningkatnya konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Atas nama pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei. Pimpinan tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran,” ujarnya saat memberikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Maret 2026.
Sebelumnya, Ali Khamenei gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran, Sabtu, 28 Februari 2026. Puan menyampaikan simpati kepada seluruh rakyat Iran yang sedang menghadapi masa sulit akibat situasi konflik tersebut.
Ia menilai meningkatnya eskalasi militer menunjukkan penggunaan kekuatan yang mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara. Kondisi tersebut dinilai memperlihatkan dominasi negara tertentu serta melemahnya peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas.
Menurutnya, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan regional. Situasi tersebut juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global serta stabilitas hubungan internasional ke depan.
“Konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional. Tetapi juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan,” katanya.
DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil peran lebih tegas dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan masyarakat sipil. DPR juga menegaskan pentingnya politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik global secara bijaksana dan konstruktif.
“DPR RI mendesak perserikatan bangsa-bangsa untuk mengambil peran serta bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional. Perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas global,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....