Tiga ABK WNI Hilang, Komisi I DPR Dorong Kemlu RI Bekerja Ekstra Keras
- 10 Mar 2026 11:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri menegaskan, Kemlu RI harus bekerja keras menemukan tiga anak buah kapal (ABK) WNI. Ketiga ABK WNI itu, dilaporkan hilang setelah kapal tugboat Musaffah 2 terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz, Timur Tengah.
Ia menekankan, perlindungan terhadap WNI di luar negeri harus menjadi prioritas utama pemerintah. Terutama, dalam situasi konflik yang berpotensi membahayakan keselamatan warga Indonesia yang bekerja di kawasan tersebut.
“Kementerian Luar Negeri harus bekerja keras dan memaksimalkan pencarian terhadap tiga ABK WNI yang masih hilang. Pemerintah perlu memastikan seluruh upaya penyelamatan dilakukan secara optimal,” kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Tidak lupa, ia mendorong, Kemlu memperkuat koordinasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia di kawasan Timur Tengah. Khususnya, terhadap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi di Uni Emirat Arab dan KBRI Muscat di Oman.
Menurutnya, koordinasi lintas negara sangat penting. Mengingat, lokasi kejadian berada di jalur pelayaran internasional yang melibatkan banyak otoritas maritim dari berbagai negara.
“Kemlu harus terus berkoordinasi dengan KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat. Serta, menjalin komunikasi dengan otoritas setempat dan negara-negara terkait untuk memperluas pencarian,” ucap Iman.
Ke depannya, ia mengharapkan, ketiga ABK WNI yang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Kita semua berharap tiga WNI tersebut dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya,” ujar Iman.
Diketahui, berdasarkan laporan resmi Kemlu RI, insiden nahas itu menimpa tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab. Kejadian itu, terjadi pada 6 Maret 2026.
Kapal tersebut mengalami ledakan hebat dan kebakaran sebelum akhirnya karam di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman. Dari empat pelaut WNI yang berada di kapal, satu orang berhasil selamat meski menderita luka bakar.
Sementara tiga lainnya masih dalam pencarian intensif otoritas setempat. Hingga saat ini, belum ada satu pun pihak atau kelompok bersenjata yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan mematikan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....