BNPB Waspadai Risiko Longsor Susulan di TPST Bantargebang Bekasi

  • 09 Mar 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi longsor susulan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Peringatan tersebut disampaikan menyusul kondisi timbunan sampah yang masih labil serta potensi hujan dengan intensitas sedang hingga deras di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan.

“Tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan secara ketat. Agar tidak menambah korban jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jabodetabek masih berpotensi diguyur hujan dalam dua hari ke depan. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko longsor susulan karena stabilitas timbunan sampah di lokasi kejadian belum sepenuhnya stabil.

Longsor gunung sampah diketahui terjadi di Zona 4 TPST Bantargebang pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan sejumlah truk pengangkut sampah dan bangunan warung di sekitar lokasi tertimbun material.

Setelah kejadian, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi dan pendataan kerugian materiil di lokasi terdampak.

Tim yang terlibat berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, serta BPBD Provinsi Jakarta.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari menyatakan operasi pencarian korban masih terus berlangsung hingga saat ini. Operasi pencarian tersebut melibatkan ratusan personel SAR gabungan yang bekerja secara bergantian di lokasi longsor.

“Hari ini Senin sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” kata Desiana.

Adapun korban selamat dalam peristiwa tersebut yakni Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet. Sementara korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi antara lain Enda Widayanti (25) pemilik warung, Sumine (60) pemilik warung, Dedi Sutrisno sopir truk asal Karawang, serta Irwan Supriatin sopir truk.

Selain itu, terdapat lima korban yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Kelima korban tersebut masing-masing bernama Riki, Hardianto, Ato, Dofir, serta satu korban lainnya yang belum teridentifikasi.

Operasi pencarian dan evakuasi korban melibatkan sekitar 336 personel SAR gabungan dari berbagai instansi. Dalam proses pencarian, tim membuka akses menuju titik longsoran menggunakan alat berat seperti ekskavator.

Tim juga mengerahkan anjing pelacak atau K9. Ini untuk membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....