Wamen Ekraf Dorong Generasi Kreatif Tembus Pasar Global lewat KURMA 2.0
- 09 Mar 2026 14:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sinergi strategis Kementerian Ekonomi Kreatif dengan Mahir Digital menghadirkan program KURMA (Kuliah Ramadan Mahir Digital) 2.0. Program ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus inspirasi generasi muda untuk memanfaatkan peluang dan berinovasi di era teknologi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menilai, Ramadan merupakan momen yang tepat untuk mengembangkan ilmu yang bermanfaat. Ia menekankan pentingnya berbagi kebaikan melalui edukasi dan literasi digital yang menciptakan kenyamanan bersama.
“Indonesia memiliki market paling besar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Lewat platform Mahir Digital, kita bisa menjangkau pasar global yang lebih luas,” kata Wamen Ekraf Irene, dalam KURMA 2.0, di Jakarta, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Oleh karena itu, penting mengenal platform yang tepat untuk belajar tentang aset digital dan memahami karakter pasar yang dituju. KURMA 2.0, menurut Irene, menunjukkan kolaborasi serta adaptasi dengan memanfaatkan teknologi bisa meningkatkan kapasitas diri.
Irene menyebut, Platform Mahir Digital sejalan dengan Program Gen Matic yang diinisiasi Kementerian Ekraf sebagai program unggulan. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi generasi muda memanfaatkan peluang sebagai affiliator dan kreator melalui pelatihan berbasis industri kreatif.
Potensi kolaborasi antara Mahir Digital dan Program Gen Matic pun bisa dimulai dalam bentuk pelatihan bersama, pendampingan bisnis, hingga mentoring bagi para peserta program. Dengan jaringan yang luas serta keahlian yang dimiliki, maka akan menciptakan dampak yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Founder Mahir Digital, Fahmi Auditya, menjelaskan kegiatan ini merupakan kelas luring spesial yang diselenggarakan selama Ramadan. Berbeda dari kelas biasanya, program ini terbuka untuk umum dan tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Mahir Digital.
Dalam KURMA 2.0, peserta juga mengikuti kegiatan seperti buka puasa dan salat tarawih bersama komunitas dengan minat serupa. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar langsung dari para ahli, praktisi bisnis, serta pelaku digital marketing.
“Dalam KURMA 2.0 juga tidak cuma belajar, tetapi ada buka puasa dan tarawih bareng sirkel yang sefrekuensi. Ini menjadi tempat di mana kita bisa belajar dari expertise, maupun praktisi bisnis dan digital marketing,” kata Fahmi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....