Turunkan Biaya Produksi Beras, Komisi IV DPR Soroti Metode Sawah Pokok Murah
- 09 Mar 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyoroti, metode Sawah Pokok Murah. Metode tersebut, diyakini mampu menurunkan biaya produksi beras dalam negeri.
Politikis PDIP ini mengungkapkan, metode Sawah Pokok Murah ini ditemukan oleh petani inovatif dari Sumatera Barat, Ir Djoni. Metode ini, diharapkan mampu mewujudkan target swasembada pangan hingga meningkatkan produksi beras lokal.
"Metode ini telah diujicobakan seluruh kabupaten/kota di Sumbar ini, hasil panen tidak kalah dengan metode konvensional. Padahal, metode ini tidak melalui pengolahan tanah yang merupakan komponen biaya terbesar dalam bercocok tanam," kata Alex dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Alex menjelaskan, metode ini tidak membutuhkan pemupukan kimia serta penyemprotan pestisida maupun fungsida. Bahkan, cuaca kemarau juga tidak terlalu jadi rintangan.
"Semakin memperkecil potensi gagal panen karena faktor cuaca. Walaupun topografi daerahnya perbukitan, Sumbar ini sudah mampu swasembada beras sejak lama,” ucap Alex.
Jika metode Sawah Pokok Murah terwujud di Indonesia, ia menuturkan, tinggal mencari cara mengatasi persoalan angka patahan (broken). Sekaligus, mengatasi persoapan menir (pecahan kecil) beras.
Menurut Alex, masalah ini memerlukan campur tangan pemerintah melalui BRIN dan dunia perguruan tinggi melalui riset-riset berkelanjutan. Kondisi saat ini, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), mengandung patahan (broken) atau menir (pecahan kecil).
"Berada di angka 25-40 persen, sementara, beras dari negara-negara produsen beras lainnya di Asia Tenggara. Kadar broken-nya telah berada di angka 5 persen,” ujar Alex.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Agam, Sumbar, secara resmi mencanangkan Program Unggulan (Progul) Sawah Pokok Murah. Program ini, dijalankan di Jorong Gantiang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Jumat, 25 April 2025.
Program ini dirancang sebagai solusi peningkatan produksi padi, mendorong kesejahteraan petani, dan membangun kemandirian agribisnis di tingkat nagari. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyatakan, dukungan penuh terhadap program unggulan ini.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memperkuat sektor pertanian.
“Pertanian dikelola baik akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan IPM, NTP, serta menurunkan ketimpangan pendapatan melalui Gini Rasio,” kata Mahyeldi dalam sambutannya saat peresmian program tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....