Warga Kebumen Rasakan Manfaat GPM

  • 07 Mar 2026 22:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kebumen - Warga Kebumen merasakan manfaat Gerakan Pangan Murah. Program ini membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan terjangkau.

Program tersebut digelar pemerintah di berbagai daerah. Kegiatan dilaksanakan melalui Badan Pangan Nasional.

Melalui program ini masyarakat dapat membeli bahan pokok murah. Harga komoditas lebih rendah dibanding pasar.

Salah satu warga Rantewringin, Upi, mengaku terbantu program tersebut. Ia membeli kebutuhan rumah tangga di lokasi kegiatan.

“Harga di sini jauh lebih murah dibandingkan pasar,” ucap Upi saat ditemui usai berbelanja di GPM yang digelar di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Jumat 6 Maret 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan. Program dinilai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.

Upi juga berharap stok komoditas ditambah. Hal ini agar lebih banyak warga memperoleh manfaat.

Pendapat serupa disampaikan warga Kutosari Yuliana. Ia datang setelah mendapat informasi dari pemerintah desa.

Menurutnya harga komoditas di GPM lebih terjangkau. Program sangat membantu kebutuhan rumah tangga.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini lebih sering diadakan,” ucap Yuliana.

Ia berharap program terus diperluas menjelang Lebaran. Penambahan stok juga dinilai penting.

Sebelumnya Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stabilisasi pangan. Pemerintah memperkuat kolaborasi berbagai pihak.

Ia meminta pelaku usaha tidak menjual pangan melebihi harga ketentuan. Harga harus sesuai HET dan HAP.

Menurutnya stabilitas harga pangan harus dijaga bersama. Pemerintah terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Ini adalah bentuk kolaborasi kita, kita bekerja. Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil. Kalaupun terkadang ada kenaikan, hanya satu atau dua komoditas pangan strategis. Kami minta dengan segala kerendahan hati agar diturunkan harganya,” ucap Amran saat membuka GPM Serentak Nasional di Jakarta, pada Jumat 13 Februari 2026.

Bapanas menargetkan pelaksanaan GPM semakin luas. Program ini diperbanyak di berbagai daerah.

Sepanjang 2026 kegiatan GPM ditargetkan mencapai sekitar 13.500 kali. Target ini untuk memperluas akses pangan murah.

Pada 2025 pelaksanaan GPM tercatat 13.321 kali. Program tersebut digelar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program ini masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh pangan. Harga yang terjangkau membantu menjaga daya beli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....