BNNK Pasuruan Dorong Sanksi Sosial Desa Cegah Narkoba
- 07 Mar 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
BNNK Pasuruan Dorong Sanksi Sosial Desa Cegah Narkoba
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan, Jawa Timur mendorong setiap desa membuat peraturan terkait pengguna narkoba. Peraturan itu berisi sanksi sosial bagi pengguna narkoba dan keluarganya.
Kepala BNNK Pasuruan, Masduki mengusulkan, sanksi sosial tersebut berupa pengguna narkoba dan keluarganya dikucilkan. Misalkan di desa itu ada acara mantenan, maka keluarga yang ada anggota keluarganya memakai narkoba tidak usah diundang.
“Diharapkan akan lebih efektif membangun kepedulian bersama, agar tidak ada satu anggota keluarga dari warga desa memakai narkoba. Karena mereka akan takut dikucilkan oleh masyarakat desanya,” katanya dalam perbincangan dengan Pro3 RRI, Sabtu 7 Maret 2026.
Masduki mendorong adanya partisipasi masyarakat, atau keluarga dan lingkungan secara aktif dalam upaya pencegahan. “Kalau narkoba tidak dijadikan sebagai musuh kita bersama, saya khawatir generasi bangsa ke depan akan hancur,” ucapnya.
Sebanyak 35 pelajar SMK dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Mereka ketahuan positif setelah menjalani tes urine dalam kegiatan skrining yang dilakukan BNNK.
Masduki prihatin narkoba sudah merambah kalangan pelajar di Pasuruan. “Kita akan melakukan skrining terhadap pelajar SMA dan SMP, setelah mendapat bantuan alat skriningnya dari Pemda,” ujarnya.
Skrining dilakukan terhadap para pelajar di puluhan SMK negeri dan swasta di Kabupaten Pasuruan, bulan lalu. Setiap sekolah hanya diambil sampel 60 siswa secara acak untuk menjalani tes urine.
Dia menyebut, proses sampling dilakukan setelah berkoordinasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) di masing-masing sekolah. Namun, siswa yang positif tidak diproses secara hukum, hanya akan menjalani pembinaan, serta perawatan oleh BNNK Pasuruan.
“Dari hasil pendalaman, sebagian besar pelajar diduga mengonsumsi narkoba karena pengaruh lingkungan. Mereka mengaku menggunakan narkoba karena ajakan teman, penasaran dan ingin tahu seperti apa itu narkotika," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....