Tiga Juta Anak Indonesia Tak Sekolah, PPN/Bappenas Beberkan Alasannya

  • 06 Mar 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyoroti masih tingginya jumlah anak yang tidak bersekolah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat lebih dari tiga juta anak di Tanah Air belum mengenyam pendidikan formal.

Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sukmo Harsono mengatakan bahwa pemerintah telah menghadirkan berbagai kemudahan. Khususnya pada fasilitas untuk mendorong anak-anak tetap bersekolah.

"Saya kira pemerintah dengan segala macam fasilitas yang diberikan. Mulai dari beasiswa, sekolah gratis, kemudian ada bos, dan lain-lain," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 6 Maret 2026.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah faktor yang membuat anak-anak terpaksa putus sekolah. Salah satunya adalah kondisi kemiskinan yang membuat sebagian orang tua harus berpindah-pindah tempat untuk mencari penghidupan.

Faktor kemiskinan yang masih cukup akut juga membuat sebagian orang tua menilai tenaga anak lebih dibutuhkan untuk bekerja. Dibandingkan dengan mendorong anak untuk bersekolah.

Kondisi tersebut masih banyak ditemukan di daerah terpencil yang tingkat perekonomiannya tertinggal. Di sisi lain, jarak tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan juga menjadi kendala tersendiri.

"Mereka yang terpencil dan jauh itu menyulitkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Terutama yang masih kecil," ucapnya.

Di sisi lain, jarak tempat tinggal yang jauh dari fasilitas pendidikan juga menjadi kendala tersendiri. Anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil kerap kesulitan mengakses sekolah, terutama bagi mereka yang masih berusia dini.

Karena itu, pemerintah terus berupaya memperkuat berbagai program pendidikan dan pemerataan akses sekolah. Agar seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan pandangannya terkait fenomena tersebut. Ia mengatakan pendidikan tidak memberi nilai tambah bagi kehidupan mereka.

Menanggapi masalah ini, Presiden Prabowo Subianto pun mengeluarkan peraturan presiden (perpres) terkait penanganan anak tidak sekolah. Perpres tersebut mewajibkan pemerintah pusat dan daerah menjaring anak tidak bersekolah agar kembali masuk sistem pendidikan nasional.

"Saat ini masih ada sekitar 3 juta anak yang tidak berada di sekolah. Dan Perpres mengenai anak tidak sekolah itu mewajibkan pemerintah pusat dan daerah untuk mengembalikan mereka ke sekolah," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....