Menhub Tekankan Kolaborasi dan Keselamatan dalam Transformasi Penerbangan
- 06 Mar 2026 14:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam transformasi sektor penerbangan nasional. Pendekatan terintegrasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan kualitas layanan penerbangan bagi masyarakat.
Dalam mendorong transformasi tersebut, pemerintah menekankan empat faktor penting yang perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Keempat faktor itu meliputi aspek keselamatan dan keamanan, sinergi serta kolaborasi, perhatian terhadap detail operasional, serta kesiapsiagaan menghadapi ketidakpastian.
“Keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan maupun operasional. Pada saat yang sama, kolaborasi antar pemangku kepentingan juga perlu terus diperkuat agar transformasi sektor ini dapat berjalan optimal,” katanya dalam acara Aviation Sharing Session yang diselenggarakan Dirjen Perhubungan Udara di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Dudy menjelaskan modernisasi sistem navigasi penerbangan menjadi bagian penting dalam upaya transformasi sektor ini. Selain itu peningkatan kualitas infrastruktur juga diperlukan guna mendukung kapasitas layanan penerbangan yang lebih baik.
Langkah modernisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan transportasi udara di berbagai wilayah Indonesia. Upaya itu juga ditujukan untuk memperkuat keselamatan penerbangan serta meningkatkan ketepatan waktu operasional maskapai.
Menurutnya transformasi sektor penerbangan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja. Proses tersebut membutuhkan kerja sama erat antara regulator, operator, serta seluruh pemangku kepentingan di industri penerbangan.
“Kita harus selalu siap menghadapi ketidakpastian yang dapat muncul kapan saja di industri penerbangan. Karena itu, koordinasi yang kuat, pengawasan yang konsisten, dan kesiapan operasional menjadi kunci menjaga keandalan layanan penerbangan nasional,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....