Wapres Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Tuban
- 06 Mar 2026 14:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di Tuban. Rapat dilakukan di Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Jawa Timur, Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam arahannya, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat. Ia menyampaikan, meskipun tidak terdapat korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga tetap perlu menjadi perhatian pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Wapres meminta agar berbagai fasilitas umum yang terdampak dapat segera difungsikan kembali. “Fasilitas umum terdampak seperti sekolah dan tempat ibadah harus bisa segera difungsionalkan kembali,” katanya.
Selain itu, Wapres menyoroti kondisi jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang mengalami kerusakan akibat banjir. Ia meminta agar perbaikan segera dilakukan, termasuk pembenahan sistem saluran air di sekitar jalan.
“Jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang rusak segera diperbaiki. ermasuk sistem saluran air di sekitar jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik,” ujarnya.
Selain itu, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan agar bantuan dapat segera disalurkan. “Rumah warga yang mengalami kerusakan segera diselesaikan pendataannya, dicairkan bantuannya, dan dibantu proses pembersihannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wapres mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit pascabanjir. Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan secara serius mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
“Antisipasi kemungkinan penyebaran penyakit pasca banjir seperti diare, disentri, hepatitis, dan DBD,” ucapnya. Mengacu pada data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wapres juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Berdasarkan BMKG, kita masih akan dilanda cuaca ekstrem sampai bulan Maret. Oleh sebab itu kita harus selalu siap dan waspada,” katanya.
Untuk jangka panjang, Wapres menekankan perlunya langkah penanganan yang lebih sistematis guna mencegah banjir berulang di wilayah Tuban. “Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,” ucapnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, program penanganan banjir di Tuban memerlukan anggaran dan skema pengerjaan jangka menengah. “Proses penyelesaiannya memang membutuhkan multi years,” kata Khofifah.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melaporkan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan. ermasuk upaya normalisasi sungai serta penguatan infrastruktur pengendali banjir.
“Pada dasarnya semuanya sudah selesai Pak (Wapres). Tinggal normalisasinya saja,” katanya.
Direktur Utama PT Semen Indonesia Indrieffouny Indra menyampaikan, pihaknya turut berkontribusi dalam mendukung penanganan dampak bencana di Tuban. Diantarana melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk bantuan penanganan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Selain itu, perusahaan juga melakukan langkah-langkah mitigasi lingkungan, seperti reklamasi lahan dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Hal ini untuk meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Kami memang melakukan beberapa program CSR, termasuk mengalokasikan bantuan untuk penanganan dan pengobatan. Baik dalam bentuk dukungan finansial maupun non-finansial,” ujar Indrieffouny.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....