Jimly Usul Indonesia Tunda Kewajiban di BoP hingga Konflik Timur Tengah Reda

  • 05 Mar 2026 23:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengusulkan Indonesia menunda kewajiban dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Usulan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

"Karena perubahan dan perkembangan baru ini, saya rasa dua hal yang membuat Donald Trump senang sekali sama Indonesia bisa kita kurangi separuh. Misalnya, yang BoP itu, kita menyatakan menangguhkan kewajiban keanggotaan kita sampai dua hal," kata Jimly saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis,5 Maret 2026.

Ia menjelaskan penundaan tersebut dapat dilakukan hingga situasi konflik di kawasan Timur Tengah mereda. Selain itu, menurut Jimly, langkah tersebut juga bisa dilakukan sampai ada kepastian pengakuan kemerdekaan Palestina oleh Israel.

"Sampai perang Iran versus Amerika dan Israel ini reda. Yang kedua, sampai ada kepastian jadwal pengakuan Israel kepada kemerdekaan Palestina," ucap Jimly.

"Nah, kalau sudah ada kepastian, baru kita aktif lagi. Saran saya begitu," ujarnya.

Jimly menilai dinamika terbaru di Timur Tengah memunculkan berbagai pandangan terhadap BoP. Bahkan, menurutnya, sebagian pihak mulai menilai forum tersebut bukan lagi sebagai wadah perdamaian.

"Jadi saya rasa ada baiknya juga sesudah terjadi perang ini, kan banyak orang mengaitkan. Bahwa ini bukan board of peace, tapi Board of Power," ucapnya.

Meski demikian, Jimly menegaskan usulannya bukan agar Indonesia keluar dari BoP. Ia hanya mendorong agar kewajiban keanggotaan Indonesia ditangguhkan sementara hingga situasi global lebih kondusif.

"Bukan mundur, kita tetap aja di situ, lagi pula Donald Trump kan sudah senang sama kita. Ya Alhamdulillah kan cuman dari dua poin itu, ya kita kurangin separuhnya lah, menunda," kata Jimly.

Ia juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar. Karena itu, Indonesia diharapkan dapat berperan menjembatani konflik yang berpotensi memecah belah dunia Islam.

"Kita sudah saatnya berperan. Bagaimana menjebatani potensi konflik adu domba dari Israel kepada dunia Islam," ucap Jimly.

"Bangsa Arab dengan bangsa non-Arab, Turki, Persia atau Iran, Indonesia dan Pakistan mudah-mudahan bisa merujukkan dunia Islam. Jangan nanti diadu domba," ujarnya.

Sementara. Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menilai keikutsertaan Indonesia dalam BoP tidak efektif. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan untuk keluar dari forum tersebut di tengah konflik Timur Tengah.

“Saya kira soal BoP juga sama, kita minta ini tidak efektif ya keluar saja. Kemudian bagaimana bisa berperan Indonesia itu untuk masing-masing menghargai terhadap kedaulatannya masing-masing,” kata Cholil.

Ia menambahkan konflik yang terus berlangsung dikhawatirkan berdampak luas, terutama terhadap masyarakat sipil di kawasan Timur Tengah. Karena itu, ia berharap upaya perdamaian dapat segera diupayakan melalui berbagai jalur diplomasi internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....