Presiden Prabowo Minta Percepat Peralihan Kompor Listrik untuk Gantikan LPG

  • 05 Mar 2026 21:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan penggunaan kompor listrik untuk menggantikan kompor berbahan bakar LPG. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap LPG sekaligus mengurangi beban subsidi energi negara

"Kita diminta mempercepat juga bagaimana kompor listrik itu bisa mengantikan kompor dari LPG. Sehingga nanti ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG, Subsidi kita, beban subsidi LPG listrik itu intinya harus kita kurangi, sehingga BBM kita lebih stabil," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Brian Yuliarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Brian menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas energi nasional. Selain itu juga untuk bertahan ditengah fluktuasi harga bahan bakar global.

Konversi energi, lanjut dia, juga diarahkan untuk memperkuat penggunaan energi yang lebih efisien. Ia memastikan, kementeriannya akan berperan mendukung kebijakan tersebut melalui penguatan riset dan kajian ilmiah dari perguruan tinggi.

"Jadi itu kita tentu, karena Kementerian Diktisaintek, sifatnya kita mendukung hasil-hasil kajian. Kita percepat, kajian-kajian, penelitian-penelitian terkait tiga hal tadi, itu kita akan dikoordinasikan oleh Bapak Menteri ESDM," ujar Brian.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, Presiden Prabowo telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mempercepat penerapan energi bersih. Ia ditunjuk sebagai koordinator sekaligus ketua Satgas tersebut.

Bahlil mengatakan, pemerintah menargetkan implementasi energi bersih dapat dilakukan dalam waktu relatif cepat. Target tersebut juga termasuk konversi energi rumah tangga dan transportasi.

"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera, insyaallah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan maksimal 3-4 tahun, kalau bisa lebih cepat lagi," kata Bahlil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....