Mendikdasmen Cerita Pengalaman Jadi Penguji Mahasiswa Magister
- 05 Mar 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menceritakan pengalamannya saat menjadi penguji tesis mahasiswa program magister. Ia mengaku pernah menghadapi mahasiswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan saat ujian tesis berlangsung.
Mu’ti mengatakan, pengalaman tersebut terjadi langsung ketika ia duduk sebagai penguji dalam sidang tesis. Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa yang diuji dinilai kesulitan menjawab hampir seluruh pertanyaan yang diajukan.
“Ini cerita nyata ini di meja ujian, mahasiswa S2 sedang ujian tesis. Kemudian saya tanya pertanyaan satu nggak bisa, dua nggak bisa, tiga nggak bisa, empat sama nggak karu-karuan,” ucap Mu’ti menceritakan pengalamannya dalam Podcast PRO3 Siniar, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, mahasiswa tersebut tidak dapat menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan selama ujian berlangsung. Situasi itu membuat proses sidang tesis berjalan cukup alot di antara para penguji.
Mahasiswa tersebut, kata dia, telah menempuh masa studi lebih lama dari masa studi normal. Menurutnya, program magister yang idealnya selesai dalam empat semester telah dijalani mahasiswa tersebut hingga sepuluh semester.
Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan salah satu penguji lain agar mahasiswa tetap diluluskan. “Pak Mu’ti jangan tidak diluluskan dong, ucap Mu'ti menirukan salah satu penguji itu.
Menurutnya, mahasiswa dianggap telah berusaha menyelesaikan tesis meski kemampuan menjawab saat ujian dinilai kurang. "Bapak kan tahu sendiri, mahasiswa ini nggak bisa menjawab semua pertanyaan saya dengan baik,” kata Mu’ti kemudian menjawab penguji itu.
Mu’ti bahkan mempertanyakan dasar akademik untuk meluluskan mahasiswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan ujian. Ia menilai kelulusan seharusnya tetap didasarkan pada capaian akademik yang jelas dan terukur.
Dalam diskusi antar penguji, bahkan muncul usulan agar mahasiswa tersebut tetap diluluskan demi mempertimbangkan proses studinya. “Ya Bapak luluskan saja dengan syafaat,” ujar Mu’ti menirukan usulan penguji lain dalam sidang tesis tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....