Bapanas Ancam Segel Distributor Mainkan Harga Pangan
- 05 Mar 2026 12:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada kompromi bagi distributor yang memainkan harga pangan. Pemerintah siap mengambil tindakan tegas.
Langkah tegas tersebut berupa penyegelan usaha hingga pencabutan izin. Kebijakan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga Idulfitri.
Amran menegaskan seluruh komoditas strategis harus dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi. Aturan tersebut tidak dapat ditawar.
“Kita ingin seluruhnya di bawah HET. Sedikit pun tidak boleh naik,” ucapnya di Jakarta, Rabu 4 Maret 2026
Ia menilai kenaikan harga sangat membebani masyarakat. Terutama saat jutaan warga menjalankan ibadah puasa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, beberapa komoditas menyumbang inflasi nasional. Di antaranya daging ayam ras, minyak goreng, dan daging sapi.
Amran menyoroti lonjakan harga daging sapi di tingkat distributor. Di Bandung ditemukan selisih hingga Rp23 ribu per kilogram.
Padahal pemerintah telah menerbitkan rekomendasi impor sapi dan daging sejak akhir tahun lalu. Totalnya mencapai 600 ribu ekor sapi dan 280 ribu ton daging.
Dengan kondisi tersebut, stok nasional dinilai sangat cukup. Pemerintah menilai tidak ada alasan menaikkan harga.
| Baca juga: Bapanas Sidak Pasar Jonggol Cek Harga Pangan |
Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng dan daging ayam ras. Praktik perantara disebut mengambil margin berlebih.
Amran menilai margin keuntungan bisa mencapai 30 persen. Kondisi tersebut harus segera ditertibkan.
Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelanggaran. Penindakan dapat dilakukan hingga proses hukum.
“Bila perlu langsung segel saja. Tidak boleh beri ampun,” katanya.
Pemerintah juga memperkuat intervensi pasar. Salah satunya melalui operasi pasar murah.
Distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan juga diperluas. Langkah ini menjaga daya beli masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....