Pemerintah Gerak Cepat Tangani Bencana Sumatra

  • 05 Mar 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, bergerak cepat dalam penanganan bencana di Sumatra pada akhir November 2025 lalu. Setidaknya bencana yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) tersebut memakan korban 1.157 jiwa.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M Qodari, mengatakan banjir dan longsor di Sumatra memaksa pemerintah melakukan evakuasi. Dalam penanganan pascabencana ini, lanjutnya, pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.

"Sebanyak 1.186 korban telah dievakuasi. Bantuan logistik meliputi 428,9 ton beras dan puluhan ribu makanan siap saji," kata Qodari dalam konferensi persnya di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga menggencarkan pemberian layanan kesehatan yang berhasil menjangkau 69.102 warga terdampak bencana. Bahkan tidak hanya layanan kesehatan, pemerintah juga memberikan layanan trauma healing kepada 58.799 masyarakat.

Dalam penanganan pascabencana, pemerintah juga melakukan pengembalian konektivitas akses jaringan telekomunikasi, dengan menerjunkan internet Starlink di 86 titik. Hal ini dilakukan, kencana banjir bandang dan longsor di Sumatera itu, juga turut mematikan akses jaringan telekomunikasi.

Qodari menuturkan, pemerintah juga akan kembali membangun rumah-rumah warga korban bencana yang rusak pascabencana. Seperti salah satunya diungkapkan Qodari, yakni pembangunan hunian tetap (huntap) di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Sebanyak 150 unit huntap tipe 36 dibangun di Aceh Tamiang. Target penyelesaian April 2026," ujar KSP Qodari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....