Banjir Lahar Hujan Merapi, Pencarian Korban Hilang Dilanjutkan Kamis
- 04 Mar 2026 23:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Magelang --- Pemkab Magelang menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir lahar hujan yang terjadi di sejumlah aliran sungai berhulu dari Gunung Merapi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengatakan keputusan tersebut berdasarkan asesmen lapangan yang menunjukkan dampak yang signifikan.
"Baik terhadap infrastruktur maupun permukiman warga (5 rumah terdampak). Selain itu, juga ada korban yang meninggal lebih dari 1 orang," katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Rabu (4/3/2026).
Hujan di puncak Gunung Merapi pada Selasa sore, 3 Maret 2026, katanya, memicu banjir lahar di sejumlah sungai yang berhulu di lereng gunung Merapi. "Tiga orang penambang pasir meninggal, enam lainnya luka-luka, dan dua orang masih dalam pencarian," ujarnya.
Tiga korban meninggal, kata Bambang, teridentifikasi masing-masing bernama Imam Setiawan (21 tahun) warga Semarang. Kemudian, lanjutnya, Fuad Hasan (25 tahun) warga Magelang, dan Heru (24 tahun) warga Magelang.
"Sebanyak enam orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dua lainnya masih dalam pencarian. Upaya pencarian besok (5/3/2026) akan diperluas hingga radius 2 km, khususnya di sekirat Dam yang ada di aliran sungai,' katanya.
Selain itu, ujar dia, sedikitnya 15 unit truk dilaporkan hanyut terbawa arus banjir lahar, serta ada juga alat berat. Kendaraan tersebut, kata dia, berada di sekitar alur sungai saat hujan deras mengguyur kawasan hulu an sedang melakukan aktifitas penambangan pasir.
Lokasi itu sendiri, tegasnya, berada dalam radius 7 km dari puncak Merapi, atau dalam katagori di luar kawasan rawan (3 km). "Namun demikian, karena cuaca yang masih diperkirakan BMKG ektrem sepanjang Maret ini, kami akan terus melakukan upaya mitigasi dan pencegahan jangan jatuh korban bersama dengan stakehorlder terkait lainnya," ucap Bambang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....