Kunjungan Wapres Dorong Santri Adaptif terhadap AI dan Robotik

  • 04 Mar 2026 20:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, Rabu, 4 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, ia meninjau kegiatan pelatihan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan robotik bagi para santri

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di lingkungan pesantren. Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat secara langsung berbagai proyek robotik yang tengah dikembangkan para santri.

“Ini tadi kita sudah meninjau beberapa murid yang sedang belajar membuat robot dan juga belajar AI. Tadi ada robot untuk mengalirkan air wudhu secara otomatis, ada robot yang bisa berjalan dengan dua kaki, robot sum,” ujar Wapres.

Selain itu, Wapres juga meninjau kegiatan santriwati yang tengah mempelajari pemanfaatan teknologi AI menggunakan perangkat digital. “Saya tekankan pentingnya santri dan santriwati untuk mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Wapres menjelaskan bahwa pembelajaran teknologi di pesantren tidak dimaksudkan agar semua santri menjadi programmer. Melainkan, lanjutnya, untuk melatih pola pikir kritis dan inovatif.

“Coding itu melatih anak-anak muda untuk berpikir kritis, critical thinking, dan berpikir komputasional. Ini penting sekali karena ke depan persaingan akan semakin ketat,” ucapnya.

Ia juga menilai berbagai proyek robotik yang ditampilkan masih berada pada tahap dasar, namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan. "Robot-robot seperti ini setiap tahun ada kompetisinya, jadi inovasinya bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

Selain kepada para santri, Wapres juga menitipkan pesan kepada para guru agar terus memperbarui pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. “Perkembangan teknologi ini sangat cepat. Guru tidak boleh ketinggalan dari muridnya,” kata Wapres.

Kehadiran Wapres disambut hangat Ustadz Najib Muhammad Yusuf selaku pengasuh pesantren. Ia menyampaikan bahwa integrasi teknologi modern dengan nilai-nilai keislaman dapat dilakukan tanpa menghilangkan ruh pendidikan pesantren.

“Integrasi teknologi modern dengan nilai-nilai keislaman di pesantren dapat dilakukan tanpa menghilangkan ruh pendidikan pesantren. Kuncinya adalah menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat ilmu, akhlak, dan dakwah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, santri tetap mempelajari kitab kuning, namun didukun pemanfaatan teknologi digital seperti kitab dalam bentuk PDF, kamus digital. Lalu penggunaan perangkat pembelajaran seperti smart TV dan proyektor berbasis digital.

“Alhamdulillah, respon santri terhadap pembelajaran AI sangat baik dan mereka sangat antusias mengikuti pembelajaran tersebut. Salah satu pemanfaatannya misalnya membuat video muhadatsah bahasa Arab dalam bentuk animasi 3D,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....