Wapres Dorong Pelajar Kuasai Teknologi dan Etika AI

  • 04 Mar 2026 19:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau penyelenggaraan Workshop AI Ready ASEAN di Kabupaten Bandun, Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa dan bertujuan memperluas literasi kecerdasan artifisial (AI) sekaligus pemahaman pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Wapres menekankan pentingnya pengenalan teknologi sejak dini agar generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi global. Ia menjelaskan, kunjungan ke sejumlah sekolah di Jawa Barat bertujuan memperkenalkan literasi AI, robotik, serta pengembangan minat teknologi digital.

“Tadi di salah satu sekolah juga dikenalkan ekstrakurikuler yang fokus ke e-sport. Bahkan ada game yang bisa dipertandingkan di kompetisi tingkat internasional,” ujar Wapres dalam acara yang bertajuk “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN”.

Ia menambahkan, penggunaan AI saat ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah. "Tapi di satu sisi kita juga harus tahu bahwa AI ini ada aturan main dan etikanya, jadi itu yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada ASEAN Foundation dan Google.org yang telah mendukung penyelenggaraan program literasi AI bagi pelajar Indonesia. Menurutnya, pengenalan teknologi digital kepada siswa perlu terus diperluas agar generasi muda mampu menjawab tantangan zaman.

“Terima kasih sekali kepada ASEAN Foundation dan Google.org atas dukungannya untuk anak-anak kita. Kita tidak ingin anak-anak kita ketinggalan dalam perkembangan teknologi, khususnya AI,” kata Wapres.

Dalam kesempatan ini, Wapres juga berdialog dengan para siswa. Salah satu siswa, Mirza Ali Musyafa, menanyakan pandangan Wapres terkait dampak lingkungan dari perkembangan teknologi I

“Yang namanya kemajuan zaman pasti ada plus minusnya terhadap lingkungan, tantangannya adalah mencari titik tengah. Kita ingin teknologi berkembang, kita ingin AI digunakan secara luas, tetapi keberlanjutan lingkungan juga harus tetap diperhatikan,” ucapnya.

Sebagai informasi, Workshop AI Ready ASEAN merupakan program yang diselenggarakan oleh ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org. Program ini bertujuan memperluas literasi AI di kawasan Asia Tenggara.

Melalui program ini, para pelajar diperkenalkan konsep dasar AI, etika penggunaan teknologi, serta pemanfaatannya dalam berbagai aspek kehidupan. Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menyampaikan, program tersebut bertujuan memberikan kesempatan pelajar memahami teknologi AI dan memanfaatkannya.

“Setiap pelajar, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan artifisial. Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, tetapi tentang membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan memberi dampak,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....