Waspadai Cuaca Ekstrem saat Perjalanan Mudik, Ini Penjelasannya
- 04 Mar 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem menjelang Lebaran 2026. Hujan lebat diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama Maret.
BMKG membagi proyeksi cuaca Maret 2026 ke dalam tiga fase berbeda. Pola hujan ringan hingga sedang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
1–10 Maret 2026: Hujan ringan hingga sedang dominan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
Wilayah terdampak meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan NTT.
11–20 Maret 2026: Pola hujan relatif serupa dengan periode sebelumnya di sejumlah wilayah Indonesia.
Potensi hujan lebat mulai terkonsentrasi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan NTT.
21–31 Maret 2026: Intensitas hujan diperkirakan masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Kewaspadaan khusus diperlukan di Papua Pegunungan dan sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
BMKG juga mengingatkan potensi gangguan transportasi akibat kondisi cuaca. Salah satunya pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi memicu turbulensi hingga hujan deras di sekitar bandara.
Wilayah yang perlu perhatian meliputi Samudra Hindia selatan Jawa, Kalimantan Utara, Sulawesi utara dan tengah. Selain itu, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua juga berpotensi terdampak.
Untuk sektor pelayaran, BMKG memprediksi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Jawa dan Nusa Tenggara.
Selain itu, gelombang laut juga berpotensi meningkat di perairan utara Maluku dan Papua. Nelayan serta pengguna transportasi laut diminta memperhatikan informasi cuaca sebelum berlayar.
BMKG juga mengingatkan potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah pantai. Fenomena tersebut dipicu fase Bulan Baru pada 19 Maret dan Perigee pada tanggal 22 Maret 2026.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan kondisi atmosfer terus dilakukan untuk mendukung keselamatan masyarakat.
“Pemantauan atmosfer akan terus diperbarui untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Informasi resmi BMKG diharapkan menjadi rujukan utama,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Sinergi lintas sektor diperlukan untuk meminimalkan risiko selama arus mudik.
“Kita harus berusaha keras menjaga keamanan karena keselamatan jiwa merupakan prioritas paling tinggi. Mitigasi bencana harus dilakukan secara terintegrasi,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....