Puncak Musim Kemarau di Indonesia Diprediksi Bulan Agustus 2026

  • 04 Mar 2026 18:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal. Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2026.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, kondisi iklim global memengaruhi pola kemarau tahun ini. Fenomena La Nina lemah telah berakhir pada Februari dan kini bergeser menuju fase netral.

“Pemantauan anomali iklim global menunjukkan indeks ENSO berada pada minus 0,28 atau fase netral. Kondisi ini diperkirakan bertahan hingga Juni 2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menyebut, peluang kemunculan El Nino kategori lemah hingga moderat mulai meningkat. Potensinya diperkirakan mencapai sekitar 50 hingga 60 persen pada pertengahan tahun.

Faisal menjelaskan, perubahan pola angin turut memicu awal musim kemarau. Peralihan angin baratan monsun Asia menuju angin timuran monsun Australia menjadi penanda dimulainya kemarau.

BMKG mencatat sekitar 114 zona musim atau 16,3 persen wilayah mulai memasuki kemarau pada April. Wilayahnya meliputi pesisir utara Jawa bagian barat hingga sebagian Nusa Tenggara.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, kemarau akan meluas pada bulan berikutnya. Sebanyak 184 zona musim diprediksi mulai memasuki kemarau pada Mei.

Selain itu, sekitar 163 zona musim lainnya diperkirakan memasuki musim kemarau pada Juni. Data tersebut dihitung dari total 699 zona musim di seluruh Indonesia.

“Awal musim kemarau diprediksi maju di sekitar 325 zona musim. Sementara 173 zona musim diperkirakan mengalami kemarau sesuai kondisi normalnya,” ujarnya.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Agustus. Sekitar 429 zona musim atau 61,4 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada periode tersebut.

Wilayah lain diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Juli dan September. Puncak kemarau pada Juli diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan.

BMKG juga memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 lebih kering dari biasanya. Sekitar 451 zona musim diperkirakan mengalami kondisi kemarau bawah normal.

“Durasi musim kemarau di sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia diperkirakan lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini perlu menjadi perhatian berbagai pihak,” katanya.

BMKG mengimbau berbagai sektor menyiapkan langkah mitigasi menghadapi kemarau lebih panjang. Antara lain penyesuaian jadwal tanam, penguatan pengelolaan air, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....