Seluruh Ketum Parpol Dukung Keputusan Presiden Menyikapi Ketegangan Geopolitik

  • 04 Mar 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menyebut, bahwa Indonesia berpeluang keluar dari Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Hal itu dijelaskannya melihat kondisi geopolitik, khususnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Ia mengatakan opsi tersebut juga menjadi bagian pembahasan dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 3 Maret 2026. Pertemuan itu dihadiri mantan Presiden-Wapres, serta sejumlah Ketum Partai Politik (Parpol).

Seperti diantanya yang hadir, Presiden ke-6 Susilo Bambangan Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Selain itu pertemuan juga diikuti Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Wapres ke-11 Boediono, dan Wapres ke-13 K.H Ma'ruf Amin.

"Semua kemarin peserta memahami, setuju, mendukung apa yang disampaikan Pak Presiden. Ya keluar dari BOP, kan sudah disampaikan Pak Presiden, kapan saja bisa, kapan saja boleh kan," kata Zulhas saat ditemui wartawan di Pilar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam pertemuan itu Presiden Prabowo diungkapkannya, memaparkan pandangan dan langkah strategis menyikapi ketegangan di Tim-Teng. Seperti salah satunya diungkapkan Ketum PAN yang akrab disapa Zulhas, yakni kesiapan Indonesia ditengah ketegangan itu.

Dalam hal ini diungkapkannya, bahwa Presiden meminta agar Indonesia dapat mempersiapkan diri dalam berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Seperti salah satunya yakni kemungkinan Indonesia di dalam keanggotaan BoP.

"Seperti menghadapi geopolitik, seperti serangan Amerika-Israel terhadap Iran. Kita harus berjaga-jaga, pandangan-pandangan Presiden mengenai BoP dan lain-lain," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....