BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia
- 04 Mar 2026 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Fenomena tersebut berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani mengatakan, oemantauan dilakukan secara intensif oleh Tropical Cyclone Warning Center Jakarta. Hingga pukul 07.00 WIB, Rabu, 4 Maret 2026, teridentifikasi tiga sistem aktif di sekitar wilayah Indonesia.
“Bibit Siklon Tropis 90S berada di Samudra Hindia selatan Banten dan Jawa Barat. Sementara 93S di barat laut Australia dan 92P di Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsung dari sistem tersebut. Dampak yang mungkin terjadi antara lain genangan, angin kencang, dan gangguan aktivitas masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat hanya merujuk pada kanal resmi BMKG. Hal itu penting untuk menghindari informasi keliru atau hoaks terkait kondisi cuaca,” katanya.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 90S berpeluang berkembang menjadi siklon. Peluang tersebut diperkirakan terjadi dalam rentang 24 hingga 48 jam ke depan.
“Bibit siklon 93S dan 92P memiliki peluang lebih rendah untuk berkembang. Namun ketiganya tetap memengaruhi kondisi cuaca dan perairan Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, kemunculan sistem tersebut meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan. Kondisi itu juga memicu pemusatan massa udara di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kondisi ini diperkuat suhu muka laut hangat di perairan selatan dan timur Indonesia. Selain itu terbentuk pertemuan angin sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur,” katanya.
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah berikut:
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah antara lain:
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- DI Yogyakarta
- Bali
- Lampung
- Maluku
- Sulawesi Selatan
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Pesisir selatan Papua Selatan
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani mengatakan, peningkatan angin juga memengaruhi kondisi perairan. Masyarakat diminta mewaspadai gelombang sedang hingga tinggi di beberapa wilayah laut Indonesia.
Gelombang kategori sedang hingga tinggi diperkirakan terjadi di wilayah berikut:
- Laut Flores
- Laut Banda
- Selat Sunda
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
Sementara gelombang tinggi berpotensi terjadi di wilayah berikut:
- Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten hingga Bali
- Laut Sawu
- Perairan selatan Nusa Tenggara Barat
- Perairan selatan Nusa Tenggara Timur
- Laut Arafura
“BMKG akan terus memantau perkembangan sistem tersebut secara intensif. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memperhatikan informasi prakiraan gelombang sebelum berlayar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....