Inflasi Ramadan Terkendali, Stok Pangan Nasional Aman
- 03 Mar 2026 21:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Inflasi awal Ramadan 2026 dipastikan dalam kondisi terkendali. Kondisi tersebut didukung neraca dan cadangan pangan nasional yang kuat.
Data Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen secara bulanan. Angka ini lebih rendah dibandingkan Ramadan 2025 yang mencapai 1,65 persen.
Sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi dan lima provinsi deflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut kenaikan harga bersifat musiman. Peningkatan permintaan saat Ramadan dinilai sebagai pola tahunan.
“Tahun ini angkanya masih moderat dan terkendali,” ucapnya dalam forum Kontan Share & Learn, Senin 2 Maret 2026.
Ia menegaskan stabilitas bukan berarti harga tidak bergerak. Pergerakan harga dalam batas wajar dinilai bagian mekanisme ekonomi sehat.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara produsen pangan. Harga yang terlalu ditekan berisiko merugikan petani dan peternak.
Bapanas memastikan lonjakan harga tidak berlebihan dan dapat kembali stabil. Negara hadir menjaga keseimbangan produsen dan konsumen.
Dari sisi ketersediaan, neraca pangan triwulan pertama 2026 diproyeksikan surplus. Beras mencatat surplus 14,83 juta ton.
Total ketersediaan beras mencapai 22,59 juta ton dengan kebutuhan 7,76 juta ton. Jagung juga surplus 4,99 juta ton.
Komoditas protein hewani turut mencatat surplus. Daging ayam surplus 586 ribu ton dan telur ayam 267 ribu ton.
Cadangan beras pemerintah sekitar 3,5 juta ton dikelola Perum Bulog. Stok tersebut menjadi bantalan stabilisasi harga di pasar.
Bapanas menyiapkan penyaluran 828 ribu ton beras melalui program SPHP. Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di 514 kabupaten dan kota.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Bantuan diberikan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat.
Pengawasan harga diperkuat melalui Satgas Saber Pangan bersama Polri. Sidak pasar dilakukan untuk mencegah pelanggaran harga.
“Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga,” kata Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, Minggu 1 Maret 2026.
Bapanas memastikan kombinasi surplus dan cadangan menjaga stabilitas hingga Idulfitri. Masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....